Fadly Imawan Soroti Dugaan Penyelewengan Pupuk Subsidi di PPU dan Paser
Samarinda, Gayamnews.com – Isu kelangkaan pupuk subsidi di Kalimantan Timur di soroti Anggota DPRD Kaltim, Fadly Imawan.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dugaan penyimpangan dalam distribusi pupuk subsidi yang seharusnya ditujukan bagi petani kecil, khususnya di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser.
Fadly menilai bahwa persoalan ini sudah berlangsung lama dan belum mendapatkan penanganan serius. Ia menyebut bukan hanya keterlambatan distribusi yang menjadi masalah, namun juga indikasi adanya penyalahgunaan kewenangan oleh pihak-pihak tertentu.
“Pupuk subsidi seharusnya menjadi penopang bagi petani kita, namun justru dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir pihak. Ini bukan hal baru, tetapi masalah ini terus dibiarkan,” ujar Fadly saat ditemui, Rabu (25/6/2025).
Ia mengungkapkan adanya pola distribusi yang tidak sehat, di mana pupuk subsidi justru diduga dialihkan ke tangan pengecer atau tengkulak dengan harga lebih tinggi.
Akibatnya, para petani yang telah memenuhi syarat sebagai penerima justru kesulitan mengakses pupuk tersebut.
Fadly pun mendorong pemerintah provinsi agar segera melakukan langkah perbaikan, termasuk memperkuat sistem distribusi dan pengawasan di lapangan agar lebih transparan dan akuntabel.
“Jika distribusi tetap tidak transparan dan longgar, maka ruang permainan akan terus terbuka. Petani terus dirugikan sementara pelaku penyelewengan leluasa bermain,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta aparat penegak hukum untuk terlibat aktif jika ditemukan bukti pelanggaran dalam proses distribusi pupuk. Menurutnya, penegakan hukum penting untuk menciptakan efek jera dan mencegah kerugian lebih besar pada sektor pertanian.
Fadly juga mengingatkan bahwa kelangkaan pupuk bukan sekadar persoalan harga, melainkan menyangkut keberlangsungan pertanian dan ketahanan pangan daerah.
“Jika kita tidak segera berbenah, maka pertanian kita akan terus terpuruk. Subsidi pupuk bukan hanya soal harga, tetapi juga soal keberpihakan kepada petani kecil yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan,” pungkasnya. (Adv)









