Salehuddin Desak Penegakan Hukum Tegas Usai Pembunuhan Aktivis Posko Hauling di Muara Kate
Samarinda, Gayamnews.com – Kalimantan Timur (Kaltim) digegerkan oleh peristiwa mengenaskan. Seorang warga bernama Rusel ditemukan tewas bersimbah darah di posko penolakan truk tambang batu bara yang didirikan warga secara swadaya di Desa Muara Kate, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Tragedi ini terjadi pada Jumat dini hari, 15 November 2024 sekitar pukul 04.30 WITA, ketika korban tengah tidur di lokasi yang kerap digunakan untuk memantau jalur hauling tidak resmi.
Dugaan sementara, Rusel menjadi korban pembunuhan dengan cara lehernya disayat hingga meninggal di tempat.
Kejadian ini mengejutkan warga dan menimbulkan ketakutan, mengingat posko tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap aktivitas tambang yang dianggap merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.
Sejumlah warga mengungkap bahwa sebelum insiden tragis ini, mereka sudah kerap menerima intimidasi dari pihak tak dikenal. Namun, belum ada jaminan keamanan yang diberikan oleh aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah.
“Kami sudah sering terima ancaman. Tapi tidak pernah ada pengamanan. Sekarang malah sampai ada korban jiwa,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menekankan bahwa masyarakat yang menyuarakan hak atas lingkungan hidup seharusnya dilindungi, bukan malah diintimidasi atau menjadi korban kekerasan.
“Gubernur juga sudah mengumpulkan berbagai entitas, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, untuk berdialog dan menciptakan kesepahaman. Itu bentuk konkret yang sangat positif,” kata Salehuddin, Senin (23/6/2025).
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dialog semata tidak cukup. Negara, katanya, harus hadir secara aktif dalam menjamin perlindungan hukum dan keselamatan bagi warga yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan.
“Jangan sampai proses ini mengarah pada ketidakjelasan hukum, atau bahkan membuka ruang konflik horizontal. Ini harus diselesaikan secara tegas dan adil. Kita tidak boleh membiarkan korban berikutnya jatuh karena kelambanan dalam bertindak,” pungkasnya.
Salehuddin mendesak aparat kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus pembunuhan Rusel dan memastikan pelaku dihukum setimpal. Ia juga mendorong agar warga yang terus menyuarakan aspirasi penolakan terhadap hauling ilegal mendapatkan perlindungan hukum dan pendampingan yang memadai.
Tragedi ini diharapkan menjadi titik balik bagi semua pihak, terutama pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk mengambil langkah serius dalam menangani konflik tambang dan menjaga keselamatan masyarakat di kawasan terdampak. (Adv)









