Syarifatul Sya’diah Dukung Penuh Odah Singgah “Bekenyawa” sebagai Simbol Pemberdayaan Masyarakat Tambang
Samarinda, Gayamnews.com – Keberadaan fasilitas Odah Singgah PPM Minerba “Bekenyawa” di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, menuai respons positif dari Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah.
Ia menilai, pembangunan rest area tersebut mencerminkan kepedulian perusahaan tambang terhadap masyarakat sekitar melalui tanggung jawab sosial yang nyata.
Perwakilan dari Dapil Bontang, Kutai Timur, dan Berau ini mengapresiasi perusahaan yang telah menunjukkan kontribusinya terhadap daerah penghasil sumber daya alam. Menurutnya, inisiatif seperti ini patut diteladani oleh pelaku industri lainnya.
“Apresiasi kepada perusahaan yang telah mengambil sumber daya alam dari daerah ini, dan kini juga berperan dalam memberdayakan masyarakat lokal. Ini memang seharusnya dilakukan,” tuturnya.
Syarifatul berharap keberadaan Odah Singgah “Bekenyawa” tidak hanya menjadi tempat peristirahatan, tetapi juga mampu meningkatkan geliat ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
“Harapan kami, rest area ini betul-betul bisa menjadi tempat singgah yang nyaman untuk semua. Kami ingin memastikan fasilitas ini inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan,” jelasnya.
Terkait pemanfaatan ruang usaha yang akan tersedia di lokasi tersebut, ia menekankan pentingnya menyesuaikan produk dan harga dengan daya beli masyarakat, seperti yang disampaikan oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
“Namanya penjual tidak bisa memaksakan harga tinggi. Harus menyesuaikan pasar. Ini adil dan inklusif,” katanya.
Ia juga mendorong agar pembangunan fasilitas ini segera dirampungkan dan dapat segera difungsikan secara maksimal, mengingat potensi besarnya bagi pelintas jalan dan wisatawan.
“Bangunannya ini menarik, langka, dan tidak umum. Kami apresiasi. Mudah-mudahan segera diperbaiki fasilitasnya dan bisa digunakan secepat mungkin, sesuai arahan Pak Gubernur tadi,” tambahnya.
Menurutnya, inisiatif ini dapat menjadi model bagi perusahaan lain dalam berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat lokal. Dengan sinergi yang kuat antara sektor swasta dan pemerintah, Syarifatul yakin efek positifnya akan meluas.
“Kalau ini berhasil dan terlihat manfaatnya, saya yakin akan ada perusahaan lain yang tergerak. Kita dorong agar tidak hanya satu-dua perusahaan saja yang terlibat, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun daerah,” harapnya.
Dengan semangat kolaboratif, Odah Singgah “Bekenyawa” diharapkan menjadi simbol kemitraan strategis antara perusahaan tambang dan masyarakat, serta titik awal dari gerakan luas pemberdayaan masyarakat di wilayah pertambangan Kaltim. (Adv)









