Abdul Giaz Dorong Kaltim Bentuk Aplikasi Transportasi Online Daerah, Tawarkan Solusi Atas Potongan Besar oleh Aplikator Nasional
Samarinda, Gayamnews.com – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Abdul Giaz, mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret dalam mengelola layanan transportasi daring secara mandiri.
Ia menilai dominasi korporasi nasional dalam sektor ini tidak memberikan keadilan bagi para mitra pengemudi di Kaltim.
Menurut Giaz, selama ini keluhan dari para driver ojek online kerap bermunculan, terutama terkait dengan besarnya potongan penghasilan oleh pihak operator aplikasi, padahal seluruh biaya dan risiko operasional ditanggung oleh para pengemudi sendiri.
“Kita sering sekali dengar keluhan driver, mereka dipotong terlalu besar oleh operator. Padahal mereka yang punya kendaraan, beli bensin, menanggung risiko di jalan, tapi pendapatan mereka justru dikeruk oleh aplikator,” ujarnya saat ditemui, Jumat (4/7/2025)).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mengusulkan agar pemerintah daerah membentuk aplikasi transportasi online lokal.
Dengan adanya sistem yang dikelola langsung oleh daerah, pemerintah bisa mengatur tarif yang lebih adil sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan pengguna dan kesejahteraan pengemudi.
“Kenapa tidak kita bikin perusahaan daerah sendiri khusus transportasi online? Dengan begitu kita tidak perlu terus menunggu hasil kebijakan pusat yang belum tentu sesuai dengan kondisi Kaltim,” ucapnya.
Lebih lanjut, Giaz menyebut bahwa selain memberikan perlindungan terhadap pengemudi, aplikasi lokal ini juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar.
“Bayangkan saja kalau seribu driver sehari menyumbang seribu rupiah saja ke daerah. Setahun berapa itu? Uangnya sangat besar untuk membantu pembangunan,” lanjutnya.
Ia memastikan bahwa gagasan ini bukan sekadar wacana, melainkan akan diperjuangkan untuk direalisasikan bersama Pemerintah Provinsi Kaltim.
Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan alternatif yang kompetitif terhadap layanan dari aplikator nasional seperti Gojek, Grab, maupun Maxim.
“Kita akan godok serius bersama Pemprov. Supaya nanti betul-betul jadi pesaing Gojek, Grab, Maksim. Kalau mereka (aplikator nasional) tidak mau tunduk pada aturan daerah, ya kita tarik semuanya ke dalam sistem kita sendiri,” tegasnya. (Adv)









