banner Iklan
banner Iklan

Abdul Giaz Soroti Dampak Sosial dan Ekonomi Usai Kebakaran Big Mall Samarinda

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Abdul Giaz.

Samarinda, Gayamnews.com – Insiden kebakaran yang melanda Big Mall Samarinda bukan hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga mengguncang aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Hal ini menjadi perhatian serius Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Abdul Giaz, yang menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap para pekerja dan masyarakat terdampak.

Menurut Giaz, Big Mall telah menjadi lebih dari sekadar pusat perbelanjaan. Ia berfungsi sebagai ruang publik, pusat ekonomi, dan tempat aktivitas harian bagi ribuan warga Samarinda. Karena itu, ia mendorong percepatan pemulihan operasional pusat perbelanjaan tersebut.

“Banyak warga, terutama ibu-ibu, anak muda, sampai pekerja harian yang kehilangan tempat aktivitas. Big Mall bukan sekadar tempat belanja, ini sudah jadi ikon kota. Kalau tutup terlalu lama, dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga psikologis bagi warga,” ujarnya saat ditemui, Jumat (20/6/2025).

Giaz menjelaskan bahwa gangguan aktivitas di Big Mall membawa efek domino terhadap banyak sektor. Tidak hanya tenant yang kehilangan tempat usaha, tetapi juga para pekerja informal seperti jasa parkir, logistik, dan layanan makanan yang turut terdampak.

Ia menilai bahwa mal lain di Samarinda belum mampu mengimbangi peran ekonomi dan sosial sebesar Big Mall.

“Mal lain ada, tapi tidak sekomprehensif Big Mall. Tidak semua tenant bisa langsung pindah. Belum lagi jasa logistik, parkir, makanan, semuanya terhenti. Ini efek domino yang sangat besar,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Komisi II DPRD Kaltim akan menggelar rapat dengar pendapat dengan seluruh manajemen pusat perbelanjaan di Samarinda.

Evaluasi akan difokuskan pada kesiapan mitigasi bencana, termasuk SOP darurat, pelatihan keamanan, dan infrastruktur evakuasi.

“Kami akan gelar rapat dengar pendapat. Tidak hanya Big Mall, tapi semua pengelola mal. Kami ingin tahu kesiapan mereka, bagaimana SOP darurat mereka, pelatihan petugas keamanan, sampai ke jalur evakuasi,” ungkap Giaz.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memberikan dukungan konkret, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun fasilitasi lapangan kerja bagi para pekerja terdampak.

Menurutnya, pemulihan pascakebakaran harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan, bukan hanya infrastruktur.

“Kita harus lihat dari semua sisi. Fisik gedung bisa diperbaiki dalam hitungan bulan, tapi psikologis warga dan nasib para pekerja harus ditangani dengan bijak. Jangan sampai mereka dibiarkan menganggur terlalu lama tanpa solusi,” tutupnya.

Langkah cepat dan kolaboratif antara pemerintah, pengelola mal, dan DPRD dinilai sangat krusial untuk memastikan warga tidak terus-menerus menjadi korban dalam situasi darurat seperti ini. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *