Darlis Soroti Tantangan Sekolah Swasta di Kutim, Dorong Pemerataan Pendidikan
Samarinda, Gayamnews.com – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Darlis Pattalongi, memberikan perhatian serius terhadap permasalahan yang dihadapi sekolah swasta di Kutai Timur (Kutim), seperti sekolah Muhammadiyah yang masih mengalami kekurangan jumlah murid.
Darlis menekankan perlunya strategi sosialisasi yang komprehensif guna meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap sekolah swasta sebagai alternatif pendidikan yang setara.
“Pemerintah tidak hanya bertanggung jawab membangun sekolah negeri, tetapi juga harus memastikan bahwa sekolah swasta bisa tumbuh dan berkembang. Ini penting untuk mencapai pemerataan pendidikan di seluruh daerah,” katanya.
Sebagai respons jangka pendek terhadap daya tampung yang terbatas di sekolah negeri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim telah mengusulkan peningkatan jumlah siswa per kelas dari 36 menjadi 38 hingga 40 orang.
Namun, Darlis mengingatkan agar langkah ini tidak berdampak negatif pada eksistensi sekolah swasta.
“Langkah ini harus dilakukan dengan bijaksana, agar tidak mematikan eksistensi sekolah swasta yang juga memiliki peran penting dalam menyediakan pendidikan berkualitas,” ucapnya.
Dalam jangka menengah, pemerintah telah merancang pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di berbagai lokasi di Kutim, termasuk Sangatta Utara dan Selatan, untuk mengatasi kekurangan kapasitas di sekolah negeri.
“Kami sudah mendapatkan informasi langsung mengenai rencana ini. Dinas Pendidikan juga akan membangun SMA baru di daerah yang padat penduduk, serta menambah ruang kelas di beberapa sekolah negeri,” tambah Darlis.
Darlis mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan penyelenggara pendidikan, untuk saling bersinergi mencari solusi jangka panjang yang berkelanjutan dan inklusif dalam membangun sektor pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya melihat pendidikan swasta dan negeri sebagai bagian yang saling melengkapi, bukan saling bersaing.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami berharap semua pihak bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kaltim,” tutup Darlis. (Adv)









