banner Iklan
banner Iklan

Firnadi Ikhsan Soroti Kontribusi Aset Hotel Blue Sky Milik Kaltim di Jakarta untuk PAD Kaltim

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan.

Samarinda, Gayamnews.com – Aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Jakarta kembali menjadi perhatian DPRD Kaltim. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, memberikan penjelasan usai melakukan kunjungan kerja ke Hotel Blue Sky, Jakarta, hotel berbintang yang dulunya merupakan Wisma Kaltim.

“Di Blue Sky, kami mendapati bahwa aset kita di Jakarta yang dulunya Wisma Kaltim, sekarang telah dikelola menjadi hotel melalui kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim, PT Mustika Bina Swadaya (MBS), dengan PT Blue Sky,” jelas Firnadi, Minggu (6/7/2025).

Menurutnya, keberadaan aset milik daerah di pusat ibu kota negara seperti Jakarta merupakan hal strategis yang patut dijaga dan dioptimalkan.

“Kami melihat bahwa tidak mudah memiliki aset di Jakarta yang kemudian bisa dikelola secara profesional. Melalui PT Blue Sky, aset tersebut telah beroperasi sebagai hotel sejak sekitar tahun 2009, atau hampir 15 tahun kini,” ungkapnya.

Firnadi juga mengapresiasi upaya peningkatan yang sedang dilakukan pengelola hotel agar tetap bersaing di tengah ketatnya industri perhotelan Jakarta.

“Kami mendengar progres yang dilakukan pihak PT Blue Sky Pandurata. Mereka sedang melakukan renovasi dan berbagai penyesuaian agar dapat lebih kompetitif di kawasan tersebut, yang memang dipadati hotel-hotel berkelas,” tambahnya.

Meski begitu, Firnadi menilai kinerja pengelolaan aset tersebut sudah cukup baik dan memberikan kontribusi yang stabil kepada daerah.

“Ke depan, diharapkan aset ini bisa memberikan kontribusi lebih besar lagi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim. Saat ini, mereka sudah menyumbang biaya tetap (fixed cost) ke APBD kita sekitar Rp900 miliar per tahun secara konsisten,” tegasnya.

Ia berharap bahwa ke depannya, pembagian hasil dari pengelolaan hotel bisa ditingkatkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih signifikan untuk Kaltim.

“Selain biaya tetap yang sudah berjalan baik, kami berharap agar bagi hasil dari pengelolaan hotel ini bisa lebih besar lagi, sehingga benar-benar menambah pundi-pundi PAD kita. Saat ini, pengelolaan oleh PT Blue Sky Pandurata berjalan,” tutup Firnadi. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *