banner Iklan
banner Iklan

Sarkowi V Zahry Apresiasi Diskusi Mahasiswa soal Gratispol: Publik Berhak Awasi dan Evaluasi Kebijakan

Sarkowi V. Zahry, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).

Samarinda, Gayamnews.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V. Zahry, menyampaikan apresiasinya terhadap forum diskusi seputar program bantuan pendidikan “Gratispol” yang digagas oleh BEM FISIP Universitas Mulawarman (Unmul).

Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata partisipasi publik dalam mengawasi kebijakan pemerintah.

“Saya memberikan apresiasi karena ini bagian dari hak publik terkait dengan kebijakan publik. Tentu publik punya hak untuk mengetahui, bahkan memberikan masukan dan menyampaikan evaluasinya,” ujar Sarkowi saat ditemui, Kamis (4/7/2025).

Menurut Sarkowi, ruang-ruang diskusi seperti ini seharusnya tidak hanya diselenggarakan di lingkungan akademik FISIP Unmul, tetapi perlu diperluas melibatkan berbagai institusi lain.

Tujuannya adalah memperkuat arus informasi dan memperbaiki komunikasi publik mengenai pelaksanaan program Gratispol yang masih menyisakan pertanyaan.

“Tadi dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul, saya bisa menilai bahwa misalnya, bagaimana status penerima beasiswa sebelumnya? Selama ini kan sudah pernah diumumkan, tetapi ternyata tidak semuanya bisa diketahui publik,” ujarnya sambil menyoroti isu transparansi informasi yang masih kurang memadai.

Melihat dinamika dan ketertarikan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, Sarkowi menyampaikan bahwa dirinya telah menyampaikan rekomendasi kepada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kaltim serta Dinas Pendidikan untuk segera memperbaiki pola komunikasi dengan publik.

“Saya meminta supaya perbanyak informasi, sosialisasi, dan buka channel-channel komunikasi, tidak hanya yang langsung tapi juga melalui media sosial. Bahkan saya menyarankan tadi konkret, misalnya, kenapa tidak ada sesi live melalui media sosial agar masyarakat bisa berinteraksi langsung? Nah, begitu,” jelas Sarkowi.

Dengan adanya dialog seperti ini, Sarkowi berharap publik tidak hanya menjadi penerima informasi satu arah, tetapi juga menjadi bagian dari proses kontrol sosial yang konstruktif.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program seperti Gratispol sangat bergantung pada kejelasan informasi dan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan akses atasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *