Sedang Dalam Tahap Uji Kelayakan, PDAM Batiwakkal Punya Filter Pengolahan Air Baru
Berau, Gayamnews.com – Direktur Perusahaan Umum Daerah (Prumda) Air Minum Batiwakkal, Kabupaten Berau, Saipul Rahman, menyampaikan saat ini pihaknya tengah melakukan proses uji coba filter Air yang baru saja dibangun beberapa bulan yang lalu.
Oleh sebab itu kadang kala, air yang dihasilkan mengalami perubahan warna atau keruh saat digunakan masyarakat.
“Jadi sampai pertengahan September ini, kami masih dalam tahap menguji coba filter baru, jadi sampai kemungkinan setelah september ini baru normal,”kata Saipul Rahman saat ditemui oleh gayamnews, pada Selasa (16/09/2025).
Saipul menjelaskan sebelumnya kapasitas produksi air Perumda Batiwakkal masih tergolong minim dan masih cenderung dipaksakan dari kapasitas produksi air yang semestinya.
“Sebelumnya filter kita itukan kapasitasnya 200 liter perdetik, kita paksa jadi 270 liter kerena kapasitasnya lebih rendah dibandingkan kebutuhannya,” jelasnya.
Ia pun melanjutkan, situasi tersebut apabila disesuaikan dengan kapasitasnya produksi yang sesuai standar, maka bakal ada yang tidak memperoleh air bersih di Berau.
“Kalau kita sesuaikan kapasitas produksi dengan apa yang ada diawal, maka orang tidak bakal dapat air,” ucapnya.
Oleh sebab itu, salah satu upaya meningkatkan kapasitas produksi Air, Perumda Batiwakkal kembali membangun filter Air baru, yang saat ini masih dalam proses uji kelayakan.
“Makanya kami bangun filter baru, untuk meningkatkan kapasitasnya dan ini masih dalam tahap uji coba, jadi mudah-mudahan awal oktober sudah selesai semua,” tuturnya
Saipul mengimbau kepada masyarakat apabila tiba-tiba memperoleh air keruh di masa uji coba ini, ia meberikan saran agar air selama dua menit keluar dari kran. Setelah dua menit baru dapat digunakan.
“Kami ada bikin di medsos, kita imbau masyarakat ketika melihat air keruh, usahakan jangan diambil dulu, jadi biarkan saja dulu sekitar dua menit dan setelah itu baru diambil airnya,” tukasnya
Kendati demikian, jika cara membiarkan dua menit mengalir itu belum berhasil, masyarakat dapat melaporkan ke sehingga pihaknya akan segera melakukan penanganan.
“tapi sebenarnya kami juga pantu, jika masyarakat mengalami kejadian seperti itu, jadi nanti kalau ada keluhan silakan aja lapor nanti kami flashing,”pungkasnya. (*)








