Jaga Kondusifitas, MUI dan Kesbangpol Berau Gelar forum Diskusi Kerukunan Umat Beragama
Berau,Gayamnews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Berau,gelar kegiatan sarasehan harmonisasi kerukunan umat beragama dalam rangka menciptakan kondusifitas masyarakat di tengah banyaknya isu pemecah belah kerukunan antar umat beragama, maupun etnis.
Ketua MUI Berau, Nasir, menyampaikan masyarakat harus menjunjung tinggi semangat menjaga perdamaian, sebab di bumi batiwakkal memiliki beragam etnis,agama dan perbedaan budaya, sehingga menjaga keamanan umat adalah hal yang wajib dilakukan.
“Kita perlu sikapi persoalan seperti ini, dengan rutin melakukan forum-forum diskusi keumatan agar diskriminasi setiap umat beragama maupun kesukuan tidak terjadi di Berau,”ungkapanya.
Sementara itu, Kapal Badan Kesatuan Ideologi dan Bangsa Kesebangpol Berau, Emy Lestarii,menyampaikan kerukunan umat beragama di bureau dinilai cukup baik hingga hari ini belum ada masalah serius yang terjadi di Bumi Batiwakkal.
“Sampai saat ini berau masih tergolong daerah yang cukup kondusif dari konflik atau perilaku diskriminasi agama atau etnis, sehingga ini hanya perlu dijaga agar lingkungan berau terus damai,” tuturnya.
Ia pun menghimbau kepada ormas-ormas, apabila ada yang belum terdaftar di Kesbangpol, diharapkan segera melaksanakan pendaftaran. Ini lanjut dia sebagai langkah untuk mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, apabila anda tindakan yang berkaitan dengan kerukunan umat atau etnis, maka bisa cepat diselesaikan.
Dalam kesempatan itu hadir pulan Asisten I Pemkab Berau, Hendratno yang mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, menyampaikan di Bumi Batiwakkal keadaan masyarakatnya sungguh tentram dari [pada daerah yang lain. Dengan kondisi seperti itu tentunya perlu terus dijaga agar Berau selalu aman.
“Di berau dihuni beragam suku, oleh karena itu kita punya tugas penting untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat.,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia juga menambahkan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.Sehingga sangat membutuhkan dukungan dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar Kabupaten Berau menjadi ruang yang nyaman bagi semua dengan saling menghargai, saling menghormati.
“Kami menyadari masyarakat yang rukun dan lingkungan yang kondusif adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah,”pungkasnya.(*)








