banner Iklan
banner Iklan

Abdul Giaz Serukan Aksi Nyata Lawan Judi Online dan Hoaks, Ajak Pemuda Kaltim Berdaya Positif

Abdul Giaz, Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur.

Samarinda, Gayamnews.com – Dalam agenda resesnya di Kelurahan Karang Mumus, Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Abdul Giaz, menyampaikan pentingnya dukungan semua pihak dalam memberantas maraknya judi online dan penyebaran hoaks yang mengancam moral generasi muda.

Giaz menyambut baik kegiatan positif yang digagas warga setempat, termasuk tradisi jalan santai dan pembagian Bubur Asyura di Langgar Al Falah, Jalan Muso Salim, yang menurutnya merupakan cerminan semangat kebersamaan dan budaya gotong royong masyarakat.

“Buat seluruh masyarakat Samarinda yang ingin Bubur Asyura gratis, langsung ke Langgar Al Falah di Muso Salim. Pembagiannya nanti agak siang,” ujarnya, Minggu (6/7/2025).

Tegas Soal Hoaks dan Ancaman Digital

Menanggapi beredarnya informasi yang tidak benar di lingkungan Karang Mumus, Giaz menegaskan dirinya langsung menelusuri kebenaran kabar tersebut.

“Saya langsung memverifikasi ke Pak RT dan masyarakat Karang Mumus. Alhamdulillah, informasi itu ternyata hoaks. Pernyataan ini langsung dari warga dan Pak RT, artinya tidak benar,” tegasnya.

Lindungi Pemuda dari Judi Online dan Narkoba

Giaz memberikan perhatian khusus kepada pemuda Kaltim agar terus melakukan kegiatan positif, serta tidak terjerumus ke dalam praktik berbahaya seperti narkoba dan perjudian digital.

“Pesan saya untuk pemuda-pemudi Kaltim: teruslah berbuat positif. Kalianlah pengganti kami ke depan. Jangan sampai terjerumus! Saya meminta tolong aparat dan pemerintah untuk memberantas judi online,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan usulan konkret kepada pemerintah, agar lebih aktif dalam melakukan pemblokiran terhadap situs judi online.

“Judi online bisa ditangani Diskominfo, minta tolong diblokir atau ditutup servernya. Analoginya, seperti kita tidak bisa mengakses konten terlarang (porno) via ponsel tertentu. Artinya, judi online juga harusnya bisa diblokir. Pokoknya, dukungan dari pemerintah dan aparat untuk menghilangkan judi online ini sangat dibutuhkan,” jelas Giaz.

Kunjungan ini menunjukkan keseriusan Abdul Giaz dalam menyuarakan perlindungan terhadap masyarakat, terutama generasi muda, melalui kombinasi antara dorongan aktivitas positif dan advokasi kebijakan yang konkret terhadap isu digital dan sosial yang berkembang. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *