banner Iklan
banner Iklan

Abissia Bike: Mengayuh Kesetaraan di Bawah Langit Tanjung Redeb

Berau, Gayamnews.com – memilih tidak buru-buru beristirahat. Di Tepian Segah, tepatnya Jalan A. Yani satu per satu pesepeda berdatangan, menyalakan lampu sepeda, lalu berdiri sejajar tanpa banyak basa-basi.Tidak ada lomba, tidak ada rute ambisius. Malam itu hanya soal bersepeda bersama.

“Agenda kali ini cukup night ride aja keliling Tanjung Redeb,” ujar Sigit Pamungkas, penggagas Abissia Bike, Jumat (30/01/2026).

Sebuah rencana sederhana yang ternyata menyimpan tujuan yang lebih panjang dari sekadar berputar-putar kota.Night ride ini, menurut Sigit, merupakan bagian dari kampanye critical mass.

Sebuah upaya sunyi untuk menegaskan bahwa pesepeda memiliki kedudukan yang setara dengan pengguna jalan lainnya.Jalan raya, dalam pandangan ini, bukan hanya milik kendaraan bermotor, melainkan ruang bersama yang semestinya aman bagi semua.

Semangat itu pula yang melahirkan Abissia Bike. Ia dirancang sebagai gerakan kolektif tanpa pagar komunitas.Tidak ada pembatas jenis sepeda, tidak pula keharusan identitas. Siapa pun boleh bergabung, asal mau mengayuh bersama. Dan untuk sebuah agenda perdana, hasilnya cukup mencolok.

Lebih dari 60 pesepeda ikut meramaikan night ride pertama ini.Namun, tidak semua ruas kota menyambut dengan ramah. Di Jalan Murjani I, tepat di depan Lapangan Batiwakkal, minimnya pencahayaan menjadi catatan tersendiri.

Kondisi ini, kata Sigit, patut menjadi perhatian pemerintah.“Setiap sudut kota tak akan bisa kita nikmati, jika tanpa cahaya yang memadai,” tuturnya. Sebuah kritik yang disampaikan tanpa nada tinggi, tapi terasa relevan.Pemilihan Landmark Segah Riverside sebagai titik kumpul dan finis juga bukan tanpa alasan.

Selain sebagai landmark kota, kawasan ini diharapkan menjadi ruang singgah setelah bersepeda. Para peserta bisa membeli jajanan, duduk sebentar, dan ikut menghidupkan lapak UMKM yang berjejer di sepanjang tepian.

Ke depan, Abissia Bike berencana menjadikan night ride sebagai agenda rutin, setidaknya di setiap akhir bulan. Bukan untuk mengejar angka atau sensasi, melainkan menjaga konsistensi, pertemanan dan kebersamaan dalam setiap kayuhan.

Mungkin, beginilah cara sederhana membaca kota dari atas sepeda: mengayuh pelan, melihat gelap dan terang jalanan, lalu berharap ada perubahan. Bagi yang ingin ikut, informasi seputar kegiatan Abissia Bike bisa diakses melalui Instagram @abissiabike.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *