Abutta Banua Resmi Ditutup, Pemkab Berau Imbau Jaga Selalu Kebersihan Tepian Sambaliung
Berau,Gayamnews.com – Festival Abutta Banua tahun 2025 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) Basuli resmi ditutup, pada Rabu (6/08/2025) malam.
Sejumlah pemenang dalam perlombaan festival tersebut telah diumumkan pihak kepanitiaan yang bertugas. Dalam kesempatan itu Lurah Sambaliung, Iskandar Zulkarnain menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung jalanya acara berjalan lancar.
“Kami sangat menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, sehingga berjalan lancar hingga malam penutupan,” ucapnya.
Ia menyampaikan kegiatan ini berjalan dengan lancar berkat masyarakat sambaliung yang sangat antusias dalam memeriahkan kegiatan abutta banua.
“Tanpa dukungan bapak-ibu semua warga sambaliung, yang sudah bahu membahu bersama panitia dan jajaran kelurahan sambaliung serta dukungan dari kesultanan sambaliung, kegiatan ini tak akan berjalan lancar,”tuturnya.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang diwakili Plt Asisten II Setda Berau, Warji, menyampaikan,kegiatan ini tentu harus terus dijalankan sebagai pelestarian budaya.
“Kegiatan ini harus terus dilestarikan sebagai bentuk pelestarian Budaya,” ungkapnya.
Dirinya melanjutkan, Abutta Banua selain memiliki makna kebudayaan, juga memiliki aspek jalinan kekeluargaan yang mempererat tali silaturahmi.
“Makna budaya dan sosial, jadi selain melestarikan budaya, disini ada semacaman jalinan silaturrahmi yang terbentuk, ada hubungan sosial yang tertanam dalam kegiatan ini, sehingga kegiatan ini disadari atau tidak, tapi mempererat silaturahmi,” bebernya.
Lebih lanjut, ia menuturkan selain makna budaya dan sosial yang terkandung dalam kegiatan Abutta Banua, dampak ekonomi juga bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar Tepian Sambaliung.
“Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 59 tahun 2019, tepian sambaliung merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai wisata kuliner,”terangnya.
Dia juga menekankan menjaga kebersihan tempat tersebut, agar tetap memberikan kenyamanan saat dikunjungi.
“Oleh karena itu kelolalah dengan baik wilayah ini, agar tetap menjaga sapta pesona, sapta pesona itu utama adalah kebersihan, jadi mari kita jaga kebersihan tempat ini agar tetap nyaman dan indah,” pungkasan.(*/Adv)








