banner Iklan
banner Iklan

Batuh Putih Jadi Tempat Strategies, DPRD Berau Beri Saran Pemkab Bangun Rest Area

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami (dok.rin/gayamnews)

Berau, Gayamnews.com  – Anggota Komisi II, DPRD Berau, Sutami, menilai pemerintah perlu membangun pusat kuliner lengkap dengan rest area, sekaligus menyiapkan bantuan rombong usaha bagi UMKM lokal agar geliat ekonomi masyarakat benar-benar berjalan di Kampung Batu Putih.

Konsep pembangunan ini dipandang perlu, mengingat Jalur Batu Putih merupakan jalur yang menghubungkan ke Destinasi Wisatawan unggulan Kabupaten Berau, yakni Biduk-Biduk.

Ia menyampaikan Pemerintah Daerah perlu memfasilitasi pembangunan tempat khusus kuliner di Kecamatan Batu Putih, Sebab daerah Batu Putih tersebut, dapat menjadi titik singgah bagi para wisatawan dalam perjalanan.

“Batu Putih ini menjadi titik persinggahan banyak wisatawan yang hendak menuju Biduk-Biduk. Sangat disayangkan jika potensi ini tidak dimaksimalkan. Dengan adanya pusat kuliner dan kemungkinan rest area, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujar Sutami, Selasa (19/08/2025).

Dirinya menambahkan, keberadaan lokasi kuliner yang terpusat tidak hanya akan berdampak positif kepada para pelaku UMKM, namun memberikan kenyamanan bagi para pengunjung ketika singgah.

Lebih lanjut, apalagi jika disertai dengan rest area, wisatawan akan memiliki tempat beristirahat sekaligus menikmati makanan khas lokal sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kita ingin wisatawan yang melintas bisa berhenti, menikmati kuliner, beristirahat sejenak, sekaligus membawa kesan positif tentang Batu Putih. Ini tentu akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” tegasnya.

Legislator fraksi Gerindra tersebut, juga menambahkan, dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan fasilitas dan infrastruktur sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini ditandai dengan terlihatnya semangat masyarakat untuk berwirausaha, sehingga hanya tinggal difasilitasi agar lebih terorganisir.

“Bantuan rombong atau gerobak usaha sangat penting agar pedagang kecil bisa berjualan dengan lebih layak. Dengan begitu, usaha mereka terlihat rapi, higienis, dan lebih menarik bagi wisatawan,” jelasnya.

Menurut Sutami, keberadaan rombong usaha juga akan melengkapi konsep pusat kuliner yang tertata, sekaligus menjadi stimulan bagi masyarakat agar lebih serius mengembangkan usahanya.

“Kalau ini bisa diwujudkan, tentu manfaatnya bukan hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi daerah secara keseluruhan,” tambahnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat mengajukan usulan ini sebagai bagian dari prioritas pembangunan.

“Semoga bisa segera terealisasi agar masyarakat merasakan langsung dampaknya, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan kunjungan wisatawan,” pungkasnya. (*) 

Redaksi
Redaksi
Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *