DPRD Minta Pengrealisasian Relokasi Warga Terdampak Banjir Long Ayap Dipercepat
Berau,Gayamnews.com – Peristiwa banjir beberapa bulan yang lalu, di Kabupaten Berau, tepatnya di kampung Long Ayap, hingga menyeret sejumlah rumah warga, memunculkan perhatian serius para Pemangku kebijakan Daerah.
Hal ini juga juga menjadi atensi dari anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. Ia mengatakan saat ini DPRD telah memasuki tahap pematangan dengan pihak Dinas Perkim Berau, untuk mengambil langkah relokasi korban dengan membangunkan kembali rumah yang jauh dari potensi bencana alam.
“Kami sudah sampaikan, hal ini menjadi perhatian serius,”kata Sutami.
Ia menjelaskan, Pemda saat ini masih terkendala mengenai kepemilikan lahan yang masih bersetatus perorangan, sehingga dirinya meminta kepada Pemerintah Daerah untuk cepat melakukan perpindahan kepemilikan.
“Dari keterangan Dinas Perkim, kendalanya saat ini adalah status lahan yang sertifikatnya masih atas nama pribadi, sehingga ini harus dilimpahkan terlebih dahulu ke Aset pemerintah Daerah,” ujar Stuami, pada Selasa (12/08/2025).
Lebih jauh, Sutami memaparkan ketika lahan pembangunan rumah yang telah disiapkan dari aset pribadi, menjadi aset daerah, maka program pembangunan rumah warga, serta program tiga juta rumah dari pemerintah pusat dapat dilaksanakan.
“Kalau sudah jadi aset Daerah maka kita bisa lakukan, termasuk program tiga juta rumah dari Kementerian kita bisa masukan,” paparnya.
“Jadi masyarakat yang kemarin tinggal dibantaran sungai itu harus dipindah,”sambungnya.
Walaupun masih terkendala mengenai status kepemilikan, Sutami menyampaiakan masyarakat yang ada di kampung tersebut sudah sepakat, untuk pindah ke lokasi yang sudah di rencanakan menjadi tempat baru mereka.
“Tinggal Pemerintah Daerah lagi yang mengurus perpindahan kepemilikan, masyarakat disana sudah sepakat untuk pindah ke lahan seluas 4 hektar Kalau tidak salah,” terangnya.
Legislator Fraksi Grindra itu pun mengakui, bahwa DPRD saat ini tengah berusaha untuk mengambil bagian dari program Kementerian PKP, sehingga Berau juga bisa menerima program tersebut.
“Kami ingin dengan status lahan yang sudah clear segera diselesaikan oleh Pemerintahan, kami mau ngejar Program Kementrian PKP agara 3 juta rumah rakyat bisa juga masuk di Berau,” bebernya.
Untuk itu ia meminta, Pemkab Berau bergerak cepat dalam pengurusan perubahan status lahan yang ingin dijadikan pemukiman baru bagi warga Long Ayap yang terdampak banjir.
Apalagi ini kan banyak rumah warga yang rawan terhadap banjir dan longsor, sehingga kami mau dorong itu biar masuk juga,” pungkasnya.(*)








