Konsep Manutung Jukut 2025 Beda, Pemkab Berau Bakal Bagi-Bagi Ikan Ke Kampung Rentan Pangan
Berau,Gayamnews.com – Rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau yang ke 72 pada bulan September 2025, seperti Manutung Jukut (Bakar Ikan Masal) akan sedikit berbeda dari tahun- tahun sebelumnya.
Plt.Kepala Dinas Perikanan Berau, Maulidiyah, menyampaikan pelaksanaan acara tahunan yang dinanti-nanti masyarakat berau tersebut tidak akan dibatalkan, namun hanya berbeda cara saja dan sasarannya tetap sama memberikan ikan kepada masyarakat.
“Perayaan Manutung Jukut tidak dibatalkan, hanya saja tahun ini kita laksanakan dengan konsep yang berbeda,” ucapnya kepada Katakaltim
Dirinya melanjutkan sebanyak 3,7 ton ikan yang sudah disediakan oleh Dinas Perikanan, akan dibagikan kepada masyarakat tepatnya pada tanggal 20 September 2025 sesuai jadwal perayaan Manutung Jukut.
“Jadi nanti kami pada tanggal 20 september seperti hal pelaksanaan manutung jukut, akan melaksanakan bagi-bagi ikan ke dua kecamatan yakni Kelay dan Segah, disana masih tergolong masyarakat yang masih rawan pangan,” ungkapnya, pada Jumat (12/09/2025).
Tak hanya itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis menambahkan sebelumnya Kemendagri telah memberi imbauan melalui suratnya, bahwa aktivitas yang sifatnya kerumunan untuk sementara ditiadakan, mengingat situasi nasional sedang kurang baik pasca aksi demonstrasi beberapa minggu yang lalu.
“Karena kondisi Republik ini seperti kita tau, lalu dari hasil evaluasi Kemendagri menghasilkan bahwa yang sifatnya kerumunan massa atau kegiatan yang sifatnya ramai-ramai untuk sementara ditiadakan,” terangnya.
Gamalis juga menjelaskan kegiatan manutung jukut ini sifatnya sedikit rentan, sebab seluruh masyarkat berkumpul dan menyalakan api untuk membakar ikan.
“Manutung jukut ini kita bermain dengan api, dan rata-rata lokasi yang biasa dilaksanakan acara itu, memiliki resiko yang cukup tinggi karena disekitarnya rumah kayu,” jelas Gamalis.
Kata Gamalis demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya tidak mau mengambil resiko yang cukup besar, berhubung Kemendagri telah memberikan surat imbauan, maka para pengambil kebijakan Daerah mengubah aktivitas acara.
“Kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tapi ini juga karena instruksi Kemendagri dan hasil rapat Forkopimda juga memutuskan hal yang sama, sehingga Manutung Jukut dialihkan namun sasaran tetap sama kita berikan ikan kepada masyarakat,” pungkasnya.(*/Adv)








