Tak Menambah PAD Secara Signifikan, Legislator Kaltim Minta Pengelolaan Sungai Mahakam Dialihkan ke Pemprov Kaltim
Samarinda, Gayamnews.com – Aktivitas kapal tongkang di Sungai Mahakam dinilai belum memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur (Kaltim).
Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, yang akrab disapa Ayub, menyoroti bahwa selama ini pendapatan yang diperoleh hanya berasal dari dana bagi hasil.
Ayub mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Kaltim dilibatkan dalam pengelolaan lalu lintas di Sungai Mahakam. Ia menyatakan, “Kita akan minta itu dikelola Pemprov,” saat ditemui Jumat (2/5/2025).
Menurutnya, jika pengelolaan dilakukan oleh Pemprov, pengawasan dapat dilakukan lebih intensif dan berdampak positif terhadap peningkatan PAD.
“Jadi sebenarnya ini sudah jadi kesalahan sistematis dari KSOP dan Pelindo. Kelalaian yang sudah sangat terstruktur,” ungkapnya.
Ayub juga menegaskan bahwa pengelolaan oleh pemerintah pusat selama ini tidak efektif dalam menjaga infrastruktur, terutama jembatan.
Ia mencatat bahwa telah terjadi 23 insiden penabrakan jembatan oleh kapal tongkang. “Belum juga selesai pengerjaan vender yang ditabrak tongkang, sekarang ditabrak lagi. Malah makin parah,” ujarnya.
Sebagai solusi, Ayub meyakini bahwa jika Pemprov diberikan kewenangan melalui Perusahaan Daerah (Perusda) untuk mengelola Sungai Mahakam, keamanan dan keselamatan warga dapat lebih terjamin.
“Kita menjamin kalau Pemprov yang mengamankan sungai Mahakam, maka jembatan akan aman dan baik,” pungkasnya. (Adv)









