27 Rumah Relokasi Telemow Sudah Dihuni, Jalan Jadi Pekerjaan Rumah
Gayamnews.com, Penajam – Sebanyak 27 unit rumah bantuan bagi korban longsor di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), kini telah ditempati. Namun, pemerintah daerah masih perlu meningkatkan akses jalan menuju kawasan relokasi tersebut.
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU menyebut akses jalan menjadi salah satu infrastruktur yang perlu dituntaskan setelah kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik terpenuhi.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU Khairil Achmad mengatakan jalan menuju kawasan perumahan tersebut melintasi Desa Binuang dan Desa Telemow.
“Kalau air bersih sudah ditangani. Jalan lingkungan ini melintasi dua desa, yaitu Desa Binuang dan Desa Telemow,” ungkapnya. Jumat, (09/10/2026).
Selain menjadi akses penghuni rumah bantuan, jalan tersebut digunakan masyarakat untuk menuju perkebunan karet dan sawit. Kondisinya saat ini masih berupa jalan batu atau telford dengan sejumlah bagian yang cukup curam.
“Untuk jalannya sendiri dari perkampungan di Gang Telemow agak curam dan masih berupa jalan batu atau telford yang perlu peningkatan,” ujarnya.
Disperkimtan PPU mengupayakan peningkatan jalan tersebut melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Jalan penghubung Telemow-Binuang itu memiliki panjang sekitar satu kilometer karena mengikuti jalur yang berkelok.
Menurut Khairil, peningkatan jalan akan memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi penghuni rumah relokasi, tetapi juga masyarakat yang memiliki aktivitas perkebunan di wilayah tersebut.
“Penghubung Telemow dan Binuang ini jika ditangani dapat meningkatkan sosial ekonomi wilayah, baik warga perumahan maupun pemilik kebun,” jelasnya.
Untuk konstruksi, peningkatan jalan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Akses utama dapat menggunakan rigid beton atau aspal, sementara jalan lingkungan di kawasan perumahan dapat menggunakan paving block.
Selain akses jalan, masih terdapat kebutuhan pembangunan satu box culvert. Disperkimtan PPU telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Telemow agar fasilitas tersebut dapat diusulkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD).
“Infrastruktur lainnya sudah terpenuhi, tinggal jalan, akses penghubung, dan satu box culvert,” katanya.
Rumah-rumah tersebut sebelumnya diperuntukkan bagi korban longsor yang terjadi pada 2018. Sebagian penerima sempat belum menempati rumah karena terkendala akses jalan dan air bersih.
Kini, persoalan tersebut mulai teratasi dan seluruh unit rumah telah dihuni.
“Sudah ditempati. Kemarin sempat ada yang belum menempati karena kendala air bersih dan jalan akses. Sekarang sudah menempati,” pungkasnya. (Adv)








