banner Iklan
banner Iklan

Polemik Bagi Hasil, Koperasi Sumber Harapan Jaya Adukan PT SKJ ke DPRD Berau

Berau,Gayamnews.com –Perseteruan antara Koperasi Sumber Harapan Jaya dengan PT Santosa Kalimantan Jaya (SKJ) yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Batu, memaksa kedua pihak membawanya ke meja rapat DPRD Berau, pada Kamis,(22/01/2025).

Pasalnya menurut keterangan yang dipaparkan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama wakil rakyat, terdapat perbedaan persepsi mengenai Perjanjian Kerja Sama (PKS) ihwal bagi hasil yang dinilai ada kejanggalan.

Perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit itu, menjalin kerjasama dengan membagi hasil 47 persen untuk Koperasi, sedangkan 53 persen untuk perusahaa. Namun, karena ada beberapa hal, pihak koperasi menginginkan adanya revisi dengan alasan ada unsur tidak transparan.

Berdasarkan keterangan Kepala Tata Usaha PT SKJ, Selamat S, yang menghadiri rapat tersebut menjelaskan, pihaknya telah melakukan perhitungan bagi hasil sesuai dengan ketentuan PKS yang berlaku. Akan tetapi diakuinya, terdapat aspirasi dari anggota koperasi yang menginginkan peningkatan porsi bagi hasil.

“Yang pertama memang ada perbedaan pemahaman terkait isi PKS. Dari sisi perusahaan, perhitungan yang kami sampaikan sudah sesuai dengan PKS yang ada,” Jelasnya.

PT SKJ menyatakan terbuka untuk melakukan pembahasan lanjutan. Namun, Selamat menegaskan bahwa penyamaan persepsi terhadap isi PKS menjadi tahapan awal sebelum membicarakan kemungkinan perubahan skema bagi hasil.

“Yang penting pemahaman terhadap PKS harus sama terlebih dahulu. Kalau kemudian ada perbedaan atau keinginan perubahan pembagian hasil, itu akan dibicarakan tersendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Komisi II DPRD Berau yang diwakili oleh Sutami, menyampaikan dari hasil pertemuan mereka dengan pihak koperasi dan SKJ ,membenarkan adanya perbedaan pandangan tekait perjanjian tersebut.

Ia bersama anggota komisi II menilai, ada ketidak harmonisan antara pengurus koprasi dan para anggotanya, sehingga transparansi mengenai bagi hasi dari perusahaan tidak termanajemen dengan baik.

“Kalau kami lihat tadi, sesuai dengan arahan yang kami sampaikan, memang belum ada chemistry antara anggota dengan pengurus kooperasi,” jelasnya.

Dia juga menuturkan, jika kordinasi antar anggota tidak terjalin dengan baik, maka dapat dikatakan, segala aktivitas koprasi pasti bermasalah dan sulit untuk berkembang.

Oleh sebab itu, kata dia, perlu adanya transparansi agar dapat menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak, apabila PKS tersebut ingin direvisi.

“Kalau pengurus kooperasi dengan anggotanya sendiri tidak mempercayai pengurus kooperasi kan agak susah,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, perusahaan dan koperasi merencanakan pertemuan lanjutan pada 29 mendatang. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Kebun Tanjung Batu, wilayah operasional PT Sentosa Kalimantan Jaya. (*)

Redaksi
Redaksi
Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *