Hampir Empat Bulan Tangani Karhutla, BPBD PPU Soroti Kelelahan Petugas
Gayamnews.com, Penajam – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung selama hampir empat bulan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menguras tenaga petugas. Selain menghadapi kondisi lapangan yang berat, sejumlah personel membutuhkan waktu istirahat dan dukungan kesehatan untuk menjaga kondisi fisik selama operasi pemadaman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, mengungkapkan personel telah menangani karhutla secara terus-menerus selama lebih dari tiga bulan. Kondisi tersebut membuat sebagian petugas membutuhkan pemulihan agar tetap mampu menjalankan tugas di lapangan.
“Kondisi teman-teman ini memang karena sudah tiga lebih non-stop, memang ada beberapa yang membutuhkan istirahat dan vitamin,” ungkap Nurlaila. Kamis, (22/10/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla menguji ketahanan fisik dan mental petugas. Mereka harus bekerja dalam situasi yang penuh risiko, terutama ketika kobaran api meluas dan kondisi lingkungan menyulitkan proses pemadaman.
“Jadi kebutuhan fisik dan mental petugas itu diuji di kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Petugas menghadapi berbagai ancaman selama operasi, mulai dari suhu panas, asap, debu, hingga tiupan angin yang dapat memengaruhi arah dan penyebaran api. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan serta kesiapan personel dalam menentukan langkah pemadaman.
“Ancamannya juga tidak main-main, panas, asap, debu, api, angin,” tuturnya.
Tantangan semakin berat ketika titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau. Petugas terkadang harus melanjutkan pemadaman hingga larut malam, bahkan bertahan sampai pagi untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan.
“Bisa kita lihat untuk beberapa kejadian sampai jam 1 malam, jam 2 malam, tembus pagi,” ujarnya.
Durasi operasi yang panjang membuat kebutuhan istirahat dan dukungan kesehatan personel menjadi perhatian penting. Pemulihan fisik diperlukan agar petugas tetap siap menghadapi kejadian kebakaran berikutnya, terlebih ketika penanganan karhutla berlangsung berulang dalam waktu yang berdekatan.
BPBD PPU pun perlu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasi pemadaman dan kondisi personel di lapangan. Kesiapan fisik dan mental petugas menjadi faktor penting untuk mendukung efektivitas penanganan karhutla sekaligus mengurangi risiko kelelahan selama menjalankan tugas. (Adv)






