banner Iklan
banner Iklan

Kemarau Melanda, Disperkimtan PPU Tetap Rawat 38,7 Hektare RTH

Gayamnews.com, Penajam – Musim kemarau membuat pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) di Penajam Paser Utara (PPU) menjadi pekerjaan ekstra. Di tengah keterbatasan personel dan kebutuhan distribusi air untuk kondisi kedaruratan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU tetap menjaga sekitar 38,7 hektare RTH yang menjadi tanggung jawabnya.

Penyiraman tanaman menjadi salah satu pekerjaan yang harus disiasati. Dua unit mobil tangki milik Disperkimtan tidak hanya digunakan untuk menyiram taman, tetapi juga dikerahkan membantu distribusi air bersih hingga penanganan kebakaran.

Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU Khairil Achmad mengatakan penyiraman dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan petugas.

“Penyiraman kami siasati di posisi malam. Malam teman-teman menyiram di tengah-tengah menyuplai air. Tugas tetap harus dilaksanakan walaupun intensitasnya agak berkurang,” ungkapnya. Jumat, (09/10/2026).

Menurut Khairil, total RTH yang saat ini rutin dikelola mencapai sekitar 38,7 hektare. Luasan tersebut mencakup taman, median jalan dan sejumlah kawasan RTH dengan luasan cukup besar.

Di antaranya Taman Rozeline seluas 1,7 hektare, Taman Penyembolum Alun-alun Pemkab PPU 2 hektare, RTH depan Stadion Panglima Sentik 6,8 hektare, RTH Korpri Sungai Parit RT 008 seluas 1,6 hektare, RTH Korpri Sungai Parit RT 007 seluas 0,75 hektare, serta Hutan Kota Nipah-Nipah sekitar 15 hektare.

“38,7 hektare itu kita kelola rutin. Sebenarnya target kami ada 54 hektare. Penanganannya masih dengan sistem membagi supaya memenuhi penanganan,” ujarnya.

Pemeliharaan juga dilakukan pada taman dan median jalan dengan luasan lebih kecil. Di median jalan Kelurahan Petung, misalnya, petugas tetap ditempatkan untuk membersihkan area dan memangkas rumput ketika mulai tinggi.

Namun, keterbatasan tenaga menjadi tantangan tersendiri. Disperkimtan PPU hanya memiliki sekitar 70 petugas taman yang harus dibagi ke berbagai fungsi, mulai dari tim perintisan, petugas setiap segmen, armada pemangkasan pohon hingga tim penyiraman.

“Petugas taman kurang lebih ada 70 orang, karena yang empat orang kami tempatkan di rusun. Itu terbagi lagi dari tim perintisan, tim yang ditempatkan di segmen, tim armada pemangkasan pohon, dan tim tangki untuk penyiraman,” jelasnya.

Kondisi semakin menantang karena Disperkimtan juga terlibat dalam satgas kedaruratan. Armada tangki harus berbagi tugas untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus membantu penanganan kebakaran.

“Karena kami masuk dalam satgas kedaruratan kemarin, kami harus menyuplai air bersih dan menyuplai air untuk kebakaran yang terjadi. Tim kami full untuk kondisi saat-saat ini,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *