Dana Rp4,189 Miliar di Eks Bank Ibadurrahman Bakal Dialihkan untuk UMKM dan Petani PPU

Gayamnews.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berencana menarik sisa dana bergulir sebesar Rp4,189 miliar yang masih tersimpan di PT BPR Bank Manfaat, eks Bank Ibadurrahman. Pemerintah daerah akan mengoptimalkan kembali dana tersebut untuk mendukung permodalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta petani melalui mekanisme pengelolaan yang lebih baik.

Asisten II Pemkab PPU, Hadi Saputro, mengatakan penarikan dana tersebut direncanakan berlangsung pada 2027. Setelah dana masuk ke pengelolaan pemerintah daerah, pihaknya akan menyiapkan skema baru agar manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat.

“Dana itu akan kita tarik dan direncanakan akan diberdayakan terhadap program yang sama, tapi dengan mekanisme yang lebih baik,” jelas Hadi, Selasa (20/10/2026).

Sebelumnya, Pemkab PPU mengalokasikan dana sekitar Rp7 miliar untuk membantu UMKM dan petani memperoleh akses permodalan dengan bunga ringan, berkisar 0,5 hingga 2 persen. Program tersebut bertujuan mendukung pengembangan usaha masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.

Namun, kerja sama melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) berakhir pada 2013 dan tidak diperpanjang. Sejak saat itu, pemanfaatan dana melalui bank tersebut tidak lagi berjalan maksimal.

Dari total alokasi awal, lebih dari Rp3 miliar telah disalurkan kepada penerima manfaat. Sementara itu, dana Rp4,189 miliar masih tersimpan dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Untuk mengaktifkan kembali program tersebut, Pemkab PPU akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait. Koordinasi ini diperlukan untuk menyusun landasan hukum serta mekanisme penyaluran dan pengelolaan dana bergulir agar lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Hadi menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan dana yang tersedia kembali memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan petani yang membutuhkan dukungan modal usaha.

“Ya, ini tunggu kita tarik tahun depan mungkin. Yang jelas, kita memaksimalkan manfaat dana bergulir tersebut,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *