Gandeng Pertamina, Pemkab PPU Prioritaskan Revitalisasi Embung Lawe-Lawe

Gayamnews.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memprioritaskan revitalisasi embung di kawasan Bendung Lawe-Lawe untuk membantu mengatasi keterbatasan air baku selama musim kemarau. Melalui dukungan PT Pertamina, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kapasitas tampungan air agar dapat menampung lebih banyak air ketika musim hujan tiba.

Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menjelaskan kegiatan revitalisasi saat ini berfokus pada pembersihan, pendalaman, dan perluasan embung. Langkah tersebut bertujuan mengoptimalkan tampungan yang sudah tersedia, bukan menyelesaikan seluruh pembangunan infrastruktur Bendung Lawe-Lawe.

“Untuk Bendung Lawe-Lawe yang sekarang dilakukan dengan bantuan Pertamina, itu hanya revitalisasi kaitannya dengan tangkapan air, membersihkan embung yang ada itu, agar memiliki volume yang lebih besar lagi ke depan manakala memang nanti ada musim hujan,” ungkap Tohar. Jumat, (16/10/2026).

Menurutnya, peningkatan kapasitas embung menjadi salah satu langkah penting untuk memaksimalkan penampungan air hujan. Dengan tampungan yang lebih luas dan dalam, pemerintah daerah berharap lebih banyak air dapat tersimpan untuk mendukung kebutuhan air baku pada periode kering.

Upaya ini juga menjadi bagian dari penanganan sementara terhadap persoalan pasokan air baku yang dihadapi Perumda Air Minum Danum Taka. Pemerintah daerah menilai optimalisasi sumber tampungan yang tersedia perlu mendapat perhatian di tengah kondisi kemarau yang memengaruhi ketersediaan air.

Tohar mengakui penyelesaian pembangunan Bendung Lawe-Lawe secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab PPU. Infrastruktur yang mulai dibangun pada 2017 tersebut hingga kini baru mencapai sekitar 85 persen.

“Menuntaskan bangunan itu menjadi PR kita, tetapi bangunan mau disempurnakan pun kalau air bakunya seperti ini menjadi catatan kritis juga bagi kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyempurnaan bangunan bendung saja tidak cukup untuk menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat apabila ketersediaan air baku belum memadai. Karena itu, pemerintah daerah memilih menangani persoalan yang paling mendesak melalui revitalisasi embung.

Tohar menjelaskan, selama musim hujan, air yang tidak tertampung secara optimal berpotensi terbuang. Melalui pembersihan, pendalaman, dan perluasan embung, pemerintah berharap tampungan air dapat berfungsi lebih maksimal.

“Ya kalau musim hujan terbuang-buang, makanya kita sikapi dengan pembersihan, pendalaman, dan perluasan embung yang ada. Itu upaya sementara,” tambahnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah belum memasuki tahap lanjutan untuk menuntaskan seluruh infrastruktur bendung. Saat ini, fokus utama masih tertuju pada penanganan kondisi darurat dan upaya menjaga ketersediaan air baku.

“Penuntasan infrastrukturnya belum sampai ke sana, menyelesaikan kondisi darurat kita,” tutup Tohar.

Melalui revitalisasi tersebut, Pemkab PPU berharap kapasitas tampungan air di Lawe-Lawe meningkat sehingga dapat membantu mendukung ketersediaan air baku bagi masyarakat, terutama ketika musim kemarau berlangsung. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *