banner Iklan
banner Iklan

5.000 Pelajar PPU Berpeluang Ikuti Seleksi SNT di Babulu

Bupati Kab. PPU, Mudyat Noor. (Dok.Humas PPU)

GAYAMNEWS.COM, PPU – Sekitar 5.000 pelajar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berpeluang mengikuti seleksi masuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Babulu.

Pemerintah pusat menyiapkan sekolah jenjang SMP tersebut dengan konsep pendidikan yang berbeda dari sekolah pada umumnya. SNT juga membawa standar pendidikan yang berorientasi internasional.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan anak-anak PPU mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi. Namun, mereka tetap harus melewati tes sesuai ketentuan pemerintah pusat.

“Memang siswanya dari Penajam, tetapi tetap harus melalui tes karena standarnya memang internasional,” kata Mudyat, Selasa (22/09/2026).

Menurut Mudyat, jumlah calon peserta bisa mencapai sekitar 5.000 pelajar. Mereka nantinya akan mengikuti proses seleksi sesuai persyaratan yang pemerintah pusat tetapkan.

Pemkab PPU masih menunggu informasi lengkap mengenai mekanisme penerimaan siswa. Pemerintah pusat akan mengatur persyaratan, tahapan tes, hingga proses penerimaan peserta didik.

Mudyat menyebut program SNT memberi peluang baru bagi pelajar PPU untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik.

“Ini kesempatan yang harus kita manfaatkan. Anak-anak kita punya ruang untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

PPU menjadi salah satu dari dua daerah di Kalimantan Timur yang mendapat program SNT. Daerah lainnya adalah Kabupaten Mahakam Ulu.

Pemkab PPU berharap kehadiran sekolah ini dapat memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat. Sekolah tersebut juga diharapkan mampu membantu siswa bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Pemkab PPU kini menunggu penyelesaian administrasi melalui Berita Acara Serah Terima (BAST).

Setelah proses administrasi selesai, pemerintah menargetkan pembangunan fisik SNT mulai pada November 2026.

“Kalau sesuai informasi dari Kementerian, pelaksanaan fisiknya direncanakan mulai November. Kita harapkan seluruh prosesnya berjalan lancar,” jelas Mudyat.

Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan SNT di PPU. Anggaran tersebut akan mendukung pembangunan fasilitas sekolah serta kebutuhan kegiatan belajar siswa.

Meski begitu, Pemkab PPU tidak hanya fokus pada pembangunan gedung. Pemerintah daerah juga ingin memastikan anak-anak PPU mendapat kesempatan yang luas untuk masuk ke sekolah tersebut.

Karena itu, Pemkab PPU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Koordinasi mencakup persyaratan siswa, mekanisme seleksi, hingga kesiapan sekolah sebelum mulai beroperasi.

Dengan jumlah calon peserta yang mencapai sekitar 5.000 pelajar, seleksi SNT nantinya akan menjadi salah satu tahapan penting bagi pendidikan di PPU.

“Kita ingin anak-anak PPU memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan berkualitas dan nantinya mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Mudyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *