Berbulan-bulan Padamkan Karhutla, Kesehatan Petugas DPKP PPU Disorot
Gayamnews.com, Penajam – Berbulan-bulan berjibaku dengan asap dan panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi kesehatan petugas pemadam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menjadi perhatian.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU mendorong dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi personel yang intens terlibat dalam penanganan karhutla. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatan petugas tetap terpantau setelah berbulan-bulan bertugas di lapangan.
Kepala DPKP PPU Fernando mengatakan pemeriksaan diperlukan karena personel menghadapi paparan asap dan panas secara berulang.
“Pemeriksaan kesehatan itu memang diperlukan untuk melihat kondisi organ-organ tubuh petugas. Mereka bergelut dengan asap dan panas,” kata Fernando saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla di PPU telah berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan. Dalam sejumlah kejadian, petugas harus berada di lokasi selama belasan jam untuk memastikan api dapat dikendalikan.
Kondisi tersebut membuat aspek kesehatan dan keselamatan personel tidak boleh diabaikan. Fernando menyebut kebutuhan pemeriksaan kesehatan akan disampaikan dalam briefing satuan tugas penanganan karhutla.
“Kita tidak tahu tiba-tiba ada anggota yang batuk-batuk. Repot juga kalau tidak ditangani,” ujarnya.
Selain paparan asap dan panas, medan yang sulit juga menambah beban kerja petugas. Beberapa proses pemadaman bahkan berlangsung hingga dini hari.
Fernando menyebut ada penanganan yang baru selesai sekitar pukul 03.00 WITA. Untuk kebakaran yang berlangsung berhari-hari, petugas harus bertahan di lapangan dalam kondisi fisik yang terkuras.
“Kalau 10 jam memegang selang, tarik sana tarik sini, itu saja sudah capek sekali,” tuturnya.
DPKP PPU menilai kesehatan personel menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan karhutla tetap berjalan optimal. Dengan kondisi fisik yang terjaga, petugas diharapkan mampu menghadapi tingginya intensitas kebakaran selama musim kemarau. (Adv)








