Bahas Infrastruktur PPU, Mudyat Noor Dorong Percepatan Jembatan Sungai Riko hingga Bandara VVIP
Gayamnews.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis untuk memperkuat posisi daerah sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal itu disampaikan Bupati PPU Mudyat Noor setelah melakukan audiensi dengan Kementerian Infrastruktur di ruang rapat lantai IV Gedung Kementerian Infrastruktur.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab PPU menyampaikan sejumlah persoalan sekaligus usulan pembangunan yang dinilai penting bagi kebutuhan daerah.
Mudyat mengatakan, pemerintah pusat memberikan respons positif terhadap berbagai persoalan yang disampaikan.
Pembahasan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga persoalan pertanahan dan tata ruang yang masih membutuhkan penyelesaian lintas kementerian.
“Alhamdulillah kita mendapat sambutan yang baik. Kita banyak persoalan, persoalan infrastruktur beberapa kegiatan, juga persoalan di ATR/BPN. Kita sudah sampaikan semua, termasuk persoalan Bank Tanah, lahan masyarakat yang bersama-sama TNI, kemudian tata ruang yang belum selesai,” ujar Mudyat, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, sejumlah persoalan tersebut membutuhkan koordinasi antarkementerian agar dapat segera ditindaklanjuti.
Pemkab PPU berharap fasilitasi dari pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang selama ini memengaruhi pembangunan daerah.
Dalam audiensi itu, Pemkab PPU juga mengusulkan sejumlah proyek infrastruktur untuk mendukung konektivitas kawasan.
Di antaranya Jembatan Sungai Riko, pelabuhan, jalan coastal road, hingga jalan lingkar yang dapat menjadi jalur alternatif penghubung antarkawasan.
Mudyat menilai keberadaan infrastruktur tersebut semakin penting seiring posisi PPU sebagai salah satu wilayah penyangga IKN. Karena itu, kebutuhan pembangunan daerah disebut perlu diselaraskan dengan perkembangan kawasan IKN.
“Pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan dalam rangka menjadikan Penajam Paser Utara sebagai penyangga utamanya IKN itu juga sudah kita bicarakan. Insyaallah mereka akan rapatkan langsung dengan kementerian terkait supaya bisa terealisasikan,” katanya.
Salah satu persoalan yang mendapat sorotan adalah rencana pembangunan Jembatan Sungai Riko.
Mudyat menyebut penyusunan Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut belum berjalan karena anggaran yang sebelumnya diusulkan melalui pemerintah provinsi terdampak kebijakan efisiensi.
Ia menyebut kebutuhan anggaran untuk DED Jembatan Sungai Riko sekitar Rp2,5 miliar. Menurut Mudyat, nilai tersebut relatif kecil dibandingkan dengan sejumlah belanja pembangunan lain yang dialokasikan pemerintah provinsi.
“Usulan itu sudah masuk ke provinsi, tapi kemudian terkena efisiensi. Padahal anggarannya hanya sekitar Rp2,5 miliar. Makanya saya juga mempertanyakan kenapa anggaran yang hanya Rp2,5 miliar, padahal itu kewajibannya provinsi, tidak mampu disiapkan,” tegasnya.
Mudyat mengatakan Pemkab PPU telah berkomunikasi mengenai persoalan tersebut. Namun, kepastian kelanjutan DED Jembatan Sungai Riko hingga kini masih menunggu keputusan pemerintah provinsi.
“Belum tahu, belum jelas itu dari provinsi,” katanya saat ditanya kemungkinan pembangunan dilakukan pada tahun berikutnya.
Selain jembatan, Pemkab PPU juga mendorong pengembangan Bandara VVIP IKN agar dapat melayani penerbangan komersial. Usulan tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui surat Gubernur Kaltim dan dalam audiensi dengan Kementerian Perhubungan.
Mudyat menyebut penerbangan komersial tersebut setidaknya dapat diarahkan untuk mendukung penerbangan haji maupun penerbangan internasional. Pemerintah daerah kini masih menunggu proses lebih lanjut di Kementerian Perhubungan.
Di sisi lain, Pemkab PPU mulai menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan sektor penerbangan.
Salah satunya melalui kerja sama dengan politeknik penerbangan di Surabaya agar tenaga teknis ke depan dapat diisi oleh putra-putri daerah.
“Politeknik penerbangan yang ada di Surabaya supaya nanti tenaga-tenaga yang secara teknis itu bisa diambil dari orang-orang Penajam itu sendiri,” jelas Mudyat.
Selain proyek tersebut, pembangunan jalan Sotek-Bongan juga menjadi bagian dari pembahasan.
Mudyat menyebut ruas tersebut berkaitan dengan kawasan PBN yang turut menjadi perhatian dalam pengembangan konektivitas PPU. (Adv)








