banner Iklan
banner Iklan

Administrasi SNT Rp250 Miliar Rampung, Pemkab PPU Kejar Penetapan Pembangunan

Gayamnews.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mempercepat pemenuhan persyaratan pembangunan Sekolah Nusantara Terpadu (SNT) senilai Rp250 miliar. 

Sejumlah dokumen yang sebelumnya menjadi kendala dalam proses pengusulan kini telah diselesaikan, sehingga Pemkab PPU kembali mengupayakan agar pembangunan SNT dapat segera direalisasikan melalui penetapan pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Muhtar, mengatakan kendala yang sempat memperlambat proses pembangunan berkaitan dengan kelengkapan administrasi lahan. Salah satunya adalah sertifikat lahan yang pada saat itu masih dalam proses.

Menurutnya, kondisi tersebut kini telah berubah. Sertifikat lahan untuk lokasi pembangunan SNT telah resmi diterbitkan. Selain itu, dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) juga telah diselesaikan.

“SNT sebenarnya aman. Hanya saja kemarin kita sempat terkendala pada sertifikasi lahan yang agak terlambat. Namun, saat jadwal penetapan sempat digeser, sertifikat kita justru sudah resmi keluar. KKPR juga sudah beres,” kata Muhtar, Sabtu (26/9).

Selain kedua dokumen tersebut, Pemkab PPU masih menyelesaikan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). 

Dokumen lingkungan tersebut ditargetkan segera rampung sehingga seluruh persyaratan pembangunan dapat dipenuhi.

“Penyusunan dokumen UKL-UPL insyaallah Kamis ini selesai semua. Pada dasarnya kita hanya terlambat beberapa hari saja dari tenggat awal,” ujarnya.

Setelah kelengkapan administrasi menunjukkan perkembangan, Pemkab PPU juga mengambil langkah dengan mengirimkan surat permohonan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui tim koordinasi SNT di tingkat pusat.

Surat tersebut menjadi upaya pemerintah daerah untuk meminta agar PPU tetap dipertimbangkan dalam proses penetapan pembangunan SNT. 

Pemkab berharap kesiapan lahan dan dokumen pendukung yang telah dipenuhi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan daerah yang masuk dalam pelaksanaan pembangunan.

Saat ini, sekitar 17 kabupaten/kota di Indonesia disebut telah dinyatakan siap bangun. Penetapan resmi daerah yang masuk dalam daftar tersebut masih menunggu proses penerbitan dan penandatanganan Surat Keputusan (SK) oleh Menteri.

Pemkab PPU pun terus mengikuti perkembangan proses penetapan tersebut. Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan seluruh persyaratan yang menjadi kewenangan daerah terus dilengkapi agar tidak kembali menjadi hambatan.

SNT dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Anggaran sebesar Rp250 miliar disiapkan untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk Ruang Kelas Baru (RKB), ruang guru, laboratorium pembelajaran terpadu, serta berbagai sarana olahraga.

Kawasan pendidikan tersebut juga dirancang memiliki kapasitas besar. Muhtar menyebut SNT PPU nantinya ditargetkan mampu menampung sekitar 5.000 siswa.

Kehadiran SNT diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan terpadu sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten PPU. Pemerintah daerah kini tinggal memastikan proses administrasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan.

“Sekolah terpadu ini ditargetkan memiliki kapasitas tampung yang sangat besar, yakni mencapai sekitar 5.000 siswa,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *