Karhutla Belum Reda, Mudyat Dorong Penguatan Penanganan Gambut Kaltim
Gayamnews.com, Penajam – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi sejumlah wilayah di Kalimantan Timur. Kondisi ini menjadi perhatian Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor, khususnya terkait penanganan kawasan gambut dan lahan yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah.
Mudyat menilai PPU sejauh ini cukup sigap menghadapi karhutla. Respons cepat BPBD PPU bersama personel gabungan dinilai mampu menekan meluasnya kebakaran di sejumlah titik.
Menurutnya, penanganan karhutla di PPU umumnya dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Bahkan, kebakaran di sejumlah lokasi disebut tidak sampai berlangsung berhari-hari.
“Teman-teman BPBD Penajam Paser Utara luar biasa terhadap karhutla. Memang menjadi momok bagi kita bersama di Kalimantan Timur,” kata Mudyat, Minggu (4/10).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa karhutla tidak hanya berkaitan dengan kecepatan pemadaman. Karakteristik lahan, terutama gambut, membuat potensi kebakaran dan munculnya asap tetap perlu diantisipasi.
Mudyat juga mempertanyakan perhatian terhadap kawasan gambut di Kaltim dalam kebijakan penanganan karhutla pemerintah pusat. Menurutnya, Kaltim tetap membutuhkan dukungan meski karakter kebakarannya dinilai berbeda dengan sejumlah daerah lain di Kalimantan.
“Kita mengalami kebakaran hutan yang sama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih ditemukannya kebakaran di sejumlah wilayah kabupaten/kota lain yang belum tertangani secara maksimal. Dampaknya, asap dapat menyebar dan dirasakan lintas wilayah.
Karena itu, Mudyat meminta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Terlebih, sebagian titik karhutla berada di kawasan hutan yang kewenangannya berada di tingkat pusat.
“Sehingga kemudian perlu sinergi, karena sudah terpisah antara daerah dalam rangka menangani karhutla ini,” pungkasnya. (Adv)








