Penerima BLT Kemiskinan Daerah di PPU Dievaluasi, 80 KPM Berpotensi Berganti
Gayamnews.com, Penajam – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengevaluasi data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemiskinan Daerah untuk penyaluran semester kedua 2026. Sekitar 80 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diperkirakan mengalami perubahan, baik penerima lama yang keluar maupun warga baru yang masuk dalam daftar bantuan.
Kepala Dinsos PPU, Ainie, mengatakan perubahan tersebut terjadi seiring pembaruan kondisi kesejahteraan masyarakat berdasarkan pengelompokan desil. Karena itu, pihaknya melakukan verifikasi ulang agar bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tepat sasaran.
“Di tahap kedua ini ada perubahan sekitar 80-an. Maksudnya ada yang keluar, ada yang masuk,” ungkap Ainie.
Dalam proses evaluasi, Dinsos PPU berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi ekonomi masyarakat terkini. Langkah ini bertujuan memastikan keluarga yang masih memenuhi kriteria tetap menerima bantuan, sementara warga yang layak dapat masuk sebagai penerima baru.
“Ya kan kita verifikasi ulang, kami tanyakan ke lurah, desa dan masyarakat,” jelasnya.
Pada semester pertama 2026, Pemerintah Kabupaten PPU menyalurkan BLT Kemiskinan Daerah kepada 405 KPM. Setiap keluarga menerima Rp270 ribu per bulan atau Rp1.620.000 untuk enam bulan penyaluran.
Program ini menyasar keluarga kurang mampu yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan diberikan kepada satu penerima dalam satu kartu keluarga dan disalurkan melalui rekening masing-masing penerima.
“Iya, per bulan. Langsung masuk ke rekening. Per semester, enam bulan,” terangnya.
Untuk penyaluran Juli hingga Desember 2026, Dinsos PPU masih memfinalisasi data sebelum menetapkan penerima. Ainie menyebut penetapan dapat dilakukan melalui surat keputusan Dinas Sosial setelah seluruh proses verifikasi selesai.
“Ini kan lagi kita finalisasi sih, jadi tinggal penetapannya,” pungkasnya. (Adv)






