Disdikpora PPU Butuh Guru dan Buku Muatan Lokal Bahasa Paser

Gayamnews.com, Penajam – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menghadapi sejumlah kendala dalam penerapan pembelajaran Bahasa Paser di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Keterbatasan guru yang menguasai bahasa daerah serta minimnya buku pembelajaran menjadi perhatian utama.

Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, mengatakan pembelajaran Bahasa Paser merupakan upaya menjaga kelestarian budaya lokal di tengah keberagaman suku dan bahasa di daerah tersebut. Namun, pelaksanaannya masih membutuhkan dukungan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan khusus.

“Kendala kita itu kurangnya tenaga guru yang khusus mengajar Bahasa Paser. Saat ini, pembelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah masih diampu oleh guru kelas yang mayoritasnya bukan dari suku Paser,” katanya, Jumat (16/10/2026).

Menurut Durajat, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi sekolah dalam menyampaikan materi secara optimal. Sebab, guru yang mengampu pelajaran muatan lokal belum tentu memiliki latar belakang atau penguasaan Bahasa Paser yang memadai.

Selain tenaga pengajar, ketersediaan buku pembelajaran juga menjadi kendala. Buku Bahasa Paser yang saat ini digunakan hanya memuat bahasa daerah tanpa terjemahan Bahasa Indonesia. Akibatnya, guru dan siswa yang tidak berasal dari suku Paser mengalami kesulitan memahami materi.

“Guru dan siswa kita ini bukan orang asal Paser sehingga mereka kesulitan memahami bahasanya,” ucapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdikpora PPU membentuk tim penyusun buku muatan lokal Bahasa Paser yang baru. Tim tersebut merancang buku dengan menyertakan terjemahan Bahasa Indonesia agar guru lebih mudah menjelaskan materi dan siswa dapat memahami kosakata serta maknanya.

Durajat berharap penyusunan buku tersebut mendapat dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Dengan demikian, pengadaan buku pembelajaran Bahasa Paser dapat terealisasi pada tahun mendatang dan mendukung penerapan muatan lokal di sekolah.

“Saya berharap pemerintah menyiapkan anggaran untuk pengadaan buku muatan Bahasa Paser di tahun depan,” tandasnya.

Melalui penyediaan guru dan bahan ajar yang memadai, Disdikpora PPU berharap pembelajaran Bahasa Paser berjalan lebih efektif sekaligus menumbuhkan minat generasi muda untuk mengenal dan melestarikan bahasa daerah. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *