DP3AKB Bontang Sebut Penertiban Anak yang Berkeliaran di Malam Hari Berjalan Lancar
BONTANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) kota Bontang, Bahtiar Mabe sebut penertiban terhadap anak yang berkeliaran di atas jam 21.00 WITA berjalan dengan baik.
Penertiban tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung pelaksanaan wajib belajar (Wajar), sekaligus mendorong anak-anak agar lebih disiplin dalam mengatur waktu belajar dan beristirahat.
Bahtiar mengatakan, anak-anak yang masih beraktivitas di luar rumah pada malam hari akan diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk ditertibkan.
“Anak-anak yang masih berkeliaran diatas jam 12.00 WITA akan diamankan oleh satpol PP,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, langkah itu diambil berdasarkan Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Bontang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Penertiban Jam Wajib Belajar.
Lebih lanjut, Bahtiar menjelaskan bahwa orang tua anak yang diamankan akan dipanggil untuk diberikan penyuluhan agar turut mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari.
“Orang tuanya akan dipanggil untuk diberikan penyuluhan agar anak-anak tidak lagi nakal,” jelasnya.
Selain itu, Ia menyampaikan dinas terkait akan melakukan evaluasi untuk memastikan progam tersebut berjalan dengan maksimal. Evaluasi dilakukan dengan melihat kepatuhan anak terhadap jam wajib belajar yang telah ditetapkan.
“Ketika anak-anak ini masih berkeliaran diatas jam 12.00 WITA progam ini berarti tidak berhasil,” katanya.
Meski demikian, Bahtiar menilai pelaksanaan program tersebut sejauh ini berjalan dengan baik. Menurutnya, keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan orang tua yang ikut mengawasi anak-anak agar kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku berjalan dengan baik.
“Tapi Alhamdulillah program ini berhasil karena dibantu oleh para orang tua anak,” ucapnya.
Dirinya juga menambahkan bahwa pemantauan terhadap progam tersebut turut melibatkan pihak kelurahan, sehingga kebijakan wajib belajar dapat berjalan secara optimal.
“Pihak kelurahan juga turut melakukan pemantauan untuk memastikan program ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya.(Adv)







