Terindikasi Judi Online, Delapan Penerima Bansos di PPU Berpeluang Kembali Mendapat Bantuan

Gayamnews.com, Penajam – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, membuka ruang klarifikasi bagi penerima bantuan sosial (bansos) yang datanya terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online. Langkah ini bertujuan memastikan warga yang menjadi korban penyalahgunaan data tetap berpeluang memperoleh bantuan pemerintah.

Kepala Dinsos PPU, Ainie, mengatakan indikasi tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa penerima bansos terlibat perjudian. Hasil penelusuran menunjukkan, ada data atau akun milik penerima bantuan yang diduga digunakan pihak lain untuk aktivitas judi online.

“Ternyata tidak semua mereka itu memang benar-benar terlibat judi online, ada yang menggunakan akun dia. Jadi ada kejahatan data,” ungkapnya. Sabtuc (17/10/2026).

Menurut Ainie, pemerintah perlu menelusuri setiap laporan secara cermat agar warga yang tidak terlibat tidak dirugikan. Sebab, indikasi tersebut berdampak pada terhentinya bantuan bagi sejumlah penerima.

Untuk menindaklanjuti laporan, Dinsos PPU melakukan klarifikasi secara berjenjang dengan melibatkan pengurus RT, kelurahan, hingga pemerintah desa. Proses ini mencakup pengumpulan keterangan dan pembuatan surat pernyataan dari warga yang bersangkutan.

“Jadi mulai dari RT, kelurahan, desa, klarifikasi itu terus lalu buat pernyataan. Buat pernyataan bahwa itu bukan dia,” jelasnya.

Ainie menambahkan, dalam proses klarifikasi tersebut terdapat pihak yang mengakui telah memanfaatkan akun milik penerima bansos. Pengakuan dan surat pernyataan itu kemudian menjadi bahan pendukung untuk diteruskan kepada kementerian terkait.

Hingga saat ini, Dinsos PPU telah menerima sekitar delapan laporan masyarakat yang mengalami persoalan serupa. Petugas juga telah melakukan klarifikasi terhadap laporan-laporan tersebut.

“Kemarin laporannya yang sempat masuk itu ada sekitar delapan yang kita lakukan klarifikasi juga,” katanya.

Meski bantuan mereka sempat terhenti, delapan penerima tersebut masih berpeluang memperoleh kembali bansos. Namun, kepastian penyaluran kembali bergantung pada hasil verifikasi kementerian terhadap dokumen dan klarifikasi yang diajukan.

“Nah, tunggu verifikasinya. Kalau itu diterima, maka dia akan mendapatkan kembali,” tutupnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *