banner Iklan
banner Iklan

Bupati PPU Dorong Petani Perbaiki Pengolahan Tanah untuk Tingkatkan Produksi Padi

Gayamnews.com, Penajam – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menekankan pentingnya pengolahan tanah sebagai dasar dalam meningkatkan produktivitas pertanian. 

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Gerakan Tanam Padi melalui program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PMAS) bersama Kelompok Tani Sidodadi dan Sido Muncul di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Rabu (30/9/2026).

Mudyat mengatakan sebagian lahan persawahan di PPU memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat upaya memaksimalkan hasil produksi apabila tidak ditangani melalui pengolahan tanah dan pemenuhan unsur hara yang tepat.

“Gerakan ini akan sukses kalau basic-nya diperbaiki. Basic yang dimaksud adalah cara pengolahan tanah,” kata Mudyat.

Menurutnya, peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada ketersediaan irigasi. Pengolahan lahan, pemupukan, penggunaan bibit unggul, serta pemenuhan nutrisi tanaman juga menjadi faktor penting.

Ia mencontohkan, produksi padi petani di sejumlah wilayah masih berada pada kisaran tiga ton per hektare. Padahal, menurut Mudyat, dengan pengelolaan tanah dan pemenuhan nutrisi yang tepat, hasil tersebut masih dapat ditingkatkan.

“Media tanam ini menjadi basic dasar untuk kita kemudian bagaimana tanah itu bernutrisi untuk kemudian menghasilkan produksi padi yang cukup besar,” ujarnya.

Mudyat juga menyinggung penerapan PMAS di sejumlah daerah yang dinilai mampu meningkatkan hasil produksi. 

Ia menyebut salah satu contoh peningkatan produksi terjadi di Sidrap, Sulawesi Selatan, dari sekitar enam hingga tujuh ton menjadi sekitar 12 ton per hektare.

Untuk PPU, ia menilai peningkatan produktivitas membutuhkan kerja keras, terutama karena karakteristik pertanian di Kalimantan Timur berbeda dengan daerah lain. Karena itu, peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) dinilai penting untuk memberikan edukasi kepada petani, khususnya mengenai pengolahan tanah.

“Teman-teman PPL yang ada di sini saya berharap supaya turun mengedukasi petani dalam langkah awal mengolah tanah. Kan itu basic, saya pikir,” tuturnya.

Selain pengolahan lahan, Mudyat juga menyoroti pentingnya bibit unggul. Menurutnya, bibit yang baik harus didukung media tanam yang sesuai agar potensi produksi dapat dimaksimalkan.

Ia menyebut dari total sekitar 7.000 hektare lahan yang menjadi bagian program Kementerian Pertanian, sekitar 3.500 hektare berada di PPU. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi PPL dan Brigade Pangan untuk mengoptimalkan hasil pertanian.

“Kalau media tanamnya kemudian tidak diolah secara baik, bagaimana bibit unggul itu bisa menghasilkan produksi yang maksimal,” katanya.

Mudyat berharap penerapan modernisasi pertanian melalui PMAS dapat meningkatkan produksi padi sekaligus mendorong kesejahteraan petani dan menarik minat generasi muda untuk mengembangkan sektor pertanian. 

“Langkah tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan setempat,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *