Disdukcapil PPU Pastikan Stok Blangko KTP dan KIA Aman hingga Akhir Tahun

Gayamnews.com, Penajam – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan persediaan blangko KTP elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA) masih mencukupi kebutuhan pelayanan hingga Desember 2026. Untuk menjaga kelancaran pencetakan dokumen kependudukan, Disdukcapil PPU juga menyiapkan pengajuan tambahan stok kepada pemerintah pusat.

Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo, mengatakan pihaknya berencana kembali mengajukan permintaan tambahan blangko KTP elektronik kepada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada November mendatang. Langkah ini menjadi upaya antisipasi agar pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan tanpa hambatan akibat kekurangan persediaan.

“Insyaallah sampai Desember aman, dan mungkin kami nanti di sekitar bulan November, akan memohon lagi ke Direktorat Jenderal Dukcapil untuk menambah stok,” ujar Waluyo. Rabu, (21/10/2026).

Menurutnya, kebutuhan blangko KTP elektronik cukup tinggi karena tidak hanya digunakan untuk penerbitan kartu bagi pemohon baru. Permintaan penggantian kartu yang rusak, perubahan data kependudukan, hingga perpindahan penduduk turut memengaruhi penggunaan blangko setiap hari.

“Jadi blangko KTP itu kita rata-rata setiap hari hampir 100,” katanya.

Dengan kebutuhan rata-rata hampir 100 keping per hari, penggunaan blangko diperkirakan mencapai sekitar 2.000 keping per bulan dengan asumsi 20 hari pelayanan. Waluyo memastikan persediaan yang tersedia saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan tersebut, meskipun ia tidak merinci jumlah stok yang tersimpan.

“Saya tidak mau kejadian kayak yang pernah dulu-dulu, kehabisan blangko yang akhirnya ada surat keterangan KTP sementara,” tegasnya.

Sementara itu, persediaan blangko KIA dinilai masih lebih longgar. Disdukcapil PPU juga mendapatkan dukungan anggaran tambahan untuk memenuhi kebutuhan pencetakan kartu identitas anak, termasuk penggantian KIA yang sebelumnya tidak memuat foto menjadi kartu berfoto.

Waluyo menegaskan, pemantauan stok secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan. Terlebih, Disdukcapil PPU terus menjalankan pelayanan jemput bola untuk mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Ketersediaan blangko KIA juga perlu dijaga karena kebutuhan pembaruan kartu berpotensi meningkat pada awal tahun, terutama bagi anak-anak yang mulai memerlukan identitas berfoto. Melalui perencanaan kebutuhan dan koordinasi dengan pemerintah pusat, Disdukcapil PPU berupaya memastikan masyarakat tetap dapat mengurus dokumen kependudukan tanpa terkendala kekurangan blangko. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *