MBS Malaria di Hutan Muaratoyu, Seluruh Sampel Dinyatakan Negatif

Gayamnews.com, Penajam – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melakukan pemeriksaan darah massal atau Mass Blood Survey (MBS) untuk mendeteksi malaria di kawasan hutan Muaratoyu, sekitar Kilometer 73 jalur Sotek–Paser. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa negatif malaria.

Petugas Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pengendalian malaria, terutama di wilayah yang berpotensi memiliki risiko penularan.

“Dari Kilometer 73 Sotek–Paser, masuk ke dalam hutan Muaratoyu, dilakukan MBS atau Mass Blood Survey malaria,” ujar Harjito, Sabtu (24/10/2026).

Ia memastikan hasil pemeriksaan sampel dari kegiatan tersebut tidak menunjukkan adanya infeksi malaria.

“Bagus, negatif semua,” katanya.

Meski seluruh sampel menunjukkan hasil negatif, Dinkes PPU tetap perlu melakukan pemantauan dan pencegahan secara berkelanjutan. Kewaspadaan menjadi penting, terutama di kawasan yang memiliki kondisi lingkungan yang mendukung keberadaan nyamuk Anopheles, yaitu serangga penular malaria.

Harjito menjelaskan, MBS membantu petugas mendeteksi kemungkinan infeksi malaria melalui pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan apabila petugas menemukan kasus positif.

Selain pemeriksaan, masyarakat juga perlu melindungi diri dari gigitan nyamuk, terutama ketika beraktivitas di kawasan hutan. Penggunaan pakaian yang menutupi tubuh, kelambu saat tidur, serta upaya menghindari lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Dinkes PPU juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang dapat mengarah pada malaria. Demam, menggigil, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas perlu mendapat perhatian, terutama bagi warga yang beraktivitas di wilayah berisiko.

“Masyarakat yang mengalami gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, atau tubuh terasa lemas, kami imbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tutupnya.

Melalui pemeriksaan darah massal dan pemantauan rutin, Dinkes PPU berharap potensi penularan malaria dapat terdeteksi lebih awal sehingga langkah pengendalian bisa dilakukan dengan cepat. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *