Distan PPU Perkuat Pencegahan PMK pada Sapi Lewat Vaksinasi

Gayamnews.com, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memperkuat upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi melalui vaksinasi, pemantauan kesehatan hewan, serta penanganan laporan dari masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, mengatakan indikasi PMK masih ditemukan pada ternak di wilayah setempat. Karena itu, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi agar penyakit tersebut tidak meluas dan mengganggu kesehatan serta produktivitas ternak.

“Kalau PMK, indikasi ada, ada tanda-tandanya. Selama ini kita antisipasi dengan vaksinasi, jadi masih bisa kita tangani,” ujar Ristu, Minggu (25/10/2026).

Ia menjelaskan, vaksinasi menjadi salah satu upaya pencegahan yang dilakukan terhadap sapi milik masyarakat. Dalam pelaksanaan sebelumnya, Distan PPU telah menggunakan sekitar 2.000 dosis vaksin PMK.

Namun, pemenuhan kebutuhan vaksin di daerah masih bergantung pada pasokan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Provinsi mendistribusikan vaksin ke kabupaten dan kota dengan mempertimbangkan ketersediaan stok serta kebutuhan masing-masing daerah.

“Vaksin dari provinsi itu dibagikan untuk seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Jadi, jumlah yang kita terima menyesuaikan ketersediaan dan pembagian di provinsi,” jelasnya.

Selain vaksinasi, Distan PPU mengandalkan laporan masyarakat untuk mempercepat penanganan ternak yang menunjukkan gejala penyakit. Petugas akan menindaklanjuti laporan peternak dengan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan sesuai kondisi hewan.

“Kalau ada aduan dari masyarakat, kita langsung tindak lanjuti dengan pengobatan,” katanya.

Ristu mengimbau peternak agar rutin memantau kondisi sapi dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gejala yang tidak biasa. Langkah cepat diperlukan agar petugas dapat memeriksa kondisi ternak dan menentukan penanganan yang tepat.

Melalui vaksinasi, pemantauan, dan tindak lanjut laporan secara cepat, Distan PPU berharap risiko penyebaran PMK dapat ditekan. Upaya tersebut juga diharapkan menjaga kesehatan ternak dan melindungi keberlangsungan usaha peternakan masyarakat. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *