PT Tanggamus Bidik Investasi Baja Rp48 Triliun di Kawasan Industri Buluminung

Gayamnews.com, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berpotensi menarik investasi besar melalui rencana pembangunan industri baja PT Tanggamus di Kawasan Industri Buluminung. Nilai investasi yang tercantum dalam rekomendasi terbaru mencapai sekitar Rp48 triliun, naik dari usulan sebelumnya sebesar Rp37 triliun. Kamis, (29/10/2026).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Amrullah, menjelaskan rencana tersebut masih membutuhkan tahapan lanjutan di tingkat kementerian. Karena itu, angka tersebut belum masuk dalam perhitungan realisasi investasi daerah.

“Rekomendasi awal Rp37 triliun, tetapi setelah ada perubahan, angkanya yang saya lihat dari PT Tanggamus itu sekitar Rp48 triliun,” ujar Amrullah.

Ia mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan rekomendasi untuk mendukung rencana investasi tersebut. Namun, dalam perkembangannya, pihak terkait meminta pengajuan dokumen langsung kepada kementerian yang berwenang.

Pemkab PPU juga telah menjalin komunikasi dan menyampaikan rekomendasi Bupati kepada sejumlah instansi pusat. Di antaranya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Investasi, serta kementerian yang membidangi sektor perindustrian.

PT Tanggamus mengarahkan rencana pembangunan industri baja ke Kawasan Industri Buluminung. Kawasan ini menjadi salah satu lokasi yang pemerintah daerah tawarkan untuk pengembangan industri dan penarikan investasi.

Amrullah menyebut investor berasal dari luar negeri. Dalam wawancara, ia menyebut China sebagai negara asal investor. Namun, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Selanjutnya, DPMPTSP PPU akan mengikuti perkembangan pengajuan investasi tersebut. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan sesuai kewenangan, terutama terkait pelayanan perizinan dan kesesuaian pemanfaatan ruang.

Jika rencana ini berlanjut ke tahap pelaksanaan, investasi tersebut berpotensi menjadi salah satu proyek industri berskala besar di PPU. Meski demikian, nilai Rp48 triliun masih berupa rencana, bukan realisasi investasi tahun 2026. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *