Distan PPU Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan dan Serangan Hama Tanaman
Gayamnews.com, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi sektor pertanian dari dampak kondisi darurat hidrometeorologi. Ancaman kekeringan, pergeseran musim tanam, potensi banjir, hingga peningkatan serangan hama dan penyakit tanaman menjadi perhatian, terutama pada komoditas padi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan perubahan cuaca dapat mengganggu tahapan budidaya dan memengaruhi produktivitas pertanian. Kondisi tanpa hujan saat ini juga berpotensi menggeser jadwal tanam petani.
“Dampak darurat hidrometeorologi yang pertama adalah kekeringan. Ini sudah kita hadapi. Kemudian yang kedua akan terjadi pergeseran musim tanam karena sekarang belum ada hujan,” ujar Gunawan. Sabtu, (31/10/2026).
Selain kekeringan, Distan turut mewaspadai potensi banjir yang dapat mengganggu lahan pertanian. Perubahan cuaca tersebut membutuhkan penanganan sesuai kondisi masing-masing wilayah agar petani dapat menyesuaikan kegiatan budidaya.
Gunawan juga mengingatkan kemungkinan peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), terutama hama tikus yang selama ini menjadi salah satu ancaman utama bagi tanaman padi di PPU.
“Dampak yang harus kita hadapi berikutnya adalah ledakan hama dan penyakit. Untuk itu, kita ada pengadaan sedikit untuk pengendalian OPT dan tikus, karena tikus ini juga masih menjadi hama utama kita dalam budidaya padi,” katanya.
Sebagai langkah persiapan, Distan merencanakan pengadaan bahan pengendali hama dan penyakit tanaman. Pengadaan tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya pengendalian populasi tikus di area pertanian.
Menurut Gunawan, antisipasi sejak awal penting untuk menekan risiko gangguan produksi. Distan juga membutuhkan koordinasi dengan petani guna memetakan kondisi lahan serta mengetahui kebutuhan penanganan OPT di lapangan.
Ia berharap dukungan yang disiapkan dapat membantu petani mempertahankan kegiatan budidaya padi di tengah ketidakpastian cuaca. Namun, pelaksanaan penanganan tetap menyesuaikan kondisi aktual dan perkembangan musim di masing-masing wilayah.
Melalui langkah tersebut, Distan PPU berupaya mengurangi risiko kerusakan tanaman dan menjaga keberlangsungan usaha tani, sehingga produksi pertanian daerah tetap terjaga. (Adv)






