KUKM Perindag PPU Upayakan Batik Lokal Jadi Pilihan Seragam Pelajar
Gayamnews.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya memperluas pemasaran batik hasil produksi pengrajin lokal. Salah satu langkah yang didorong adalah pemanfaatan batik daerah sebagai pakaian pelajar dan pegawai pemerintah pada hari-hari tertentu.
Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU, Syamsul Adha, mengatakan pengembangan industri batik harus berjalan seiring dengan perluasan pasar. Menurutnya, pengrajin membutuhkan kepastian pemasaran agar kegiatan produksi dapat terus berlangsung.
“Kalau mereka berproduksi terus kemudian market-nya tidak ada, kasihan juga. Karena itu, kita harus mengupayakan bagaimana potensi lokal ini bisa dimanfaatkan,” ujar Syamsul. Jumat, (30/10/2026).
Ia menjelaskan, PPU memiliki beragam potensi motif yang dapat mengangkat identitas daerah. Pengrajin bisa mengembangkan motif rusa sambar, burung enggang, kayu ulin, hingga berbagai unsur tumbuhan dan kekayaan alam setempat.
“Tidak hanya rusa sambar. Apa pun yang menjadi khas wilayah kita bisa dijadikan batik. Bisa saja burung enggang, kayu ulin, dan banyak macam lainnya,” katanya.
Untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, pemerintah daerah sebelumnya telah menggelar pelatihan membatik di sejumlah wilayah, seperti Sepaku, Waru, dan Babulu. Program tersebut menyasar masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi sumber kegiatan ekonomi produktif.
Namun, Syamsul menilai peningkatan kemampuan produksi perlu mendapat dukungan pasar. Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan batik lokal melalui kebutuhan pakaian rutin di lingkungan sekolah dan pemerintahan.
“Pelajar kita pada hari tertentu memakai batik. Pegawai juga pada hari tertentu memakai batik. Nah, pengrajin lokal ini yang ingin kita berdayakan,” jelasnya.
Selain mendorong penggunaan sebagai seragam, KUKM Perindag juga mengupayakan pemasaran melalui sejumlah tempat, termasuk area istirahat atau rest area. Pemerintah berharap jangkauan penjualan dapat terus berkembang sehingga pengrajin memiliki lebih banyak pilihan pasar.
Syamsul menilai dukungan pemasaran menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan industri kecil. Dengan pasar yang semakin terbuka, pengrajin diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperbanyak variasi motif, dan mempertahankan produksi batik berciri khas PPU. (Adv)






