Wabup PPU Soroti Kabut Asap yang Kian Pekat, Minta Pemantauan Kualitas Udara

Gayamnews.com, Penajam – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, meminta perangkat daerah terkait meningkatkan pemantauan kualitas udara menyusul kabut asap yang semakin pekat di sejumlah wilayah. Ia secara khusus mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU mengambil langkah antisipasi terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Waris mengatakan, kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir tampak lebih pekat dibandingkan pekan sebelumnya. Situasi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

“Kita lihat hari-hari yang lalu biasa-biasa aja, enggak terlalu, tapi di akhir-akhir ini kok tambah kabut,” ujar Waris. Senin, (19/10/2026).

Ia menjelaskan, kondisi langit yang terlihat mendung belum tentu menandakan akan turun hujan. Lapisan asap yang menyelimuti wilayah tertentu juga dapat mengurangi jarak pandang sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum beraktivitas.

Waris menyebut Babulu, Sepaku, dan Penajam sebagai sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian. Namun, untuk mengetahui tingkat pencemaran dan sebaran dampaknya, pemerintah daerah membutuhkan pemantauan yang didukung pengukuran kualitas udara.

Ia juga menyinggung pemberitaan mengenai penundaan penerbangan akibat kabut asap di Makassar sebagai gambaran dampak yang dapat muncul ketika jarak pandang terganggu.

Saat ditanya mengenai perlunya pemeriksaan kualitas udara oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, Waris menyatakan dukungannya.

“Iya, pemantauan kualitas,” katanya.

Menurutnya, pemantauan kualitas udara menjadi langkah penting untuk membantu pemerintah menentukan tindakan yang tepat. Hasil pengukuran juga perlu disampaikan secara berkala agar masyarakat mengetahui kondisi udara dan dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan untuk memetakan wilayah terdampak, menelusuri sumber asap, serta menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak, balita, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Pemerintah daerah juga perlu mengoptimalkan penyampaian informasi resmi mengenai kualitas udara dan potensi risiko kesehatan. Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan sesuai kondisi di wilayah masing-masing.

Melalui peningkatan pemantauan dan koordinasi, Waris berharap pemerintah dapat merespons kondisi kabut asap secara lebih terarah sekaligus memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat di Kabupaten PPU. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *