banner Iklan
banner Iklan

225 Titik Karhutla di PPU, Armada dan Personel Dikerahkan

Gayamnews.com, Penajam – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkat sepanjang musim kemarau. Hingga 29 September 2026, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU mencatat 225 titik kebakaran telah ditangani sejak Juli.

Tingginya kejadian membuat petugas harus bekerja ekstra. Dalam sepekan, rata-rata terdapat sekitar 35 titik karhutla yang harus ditangani. Bahkan, kebakaran di sejumlah wilayah beberapa kali terjadi secara bersamaan.

Kepala DPKP PPU Fernando mengatakan Kecamatan Penajam menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla paling banyak. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan, sementara kasus yang menyasar kawasan permukiman tercatat sekitar 30 kejadian.

“Kalau sampai 29 September itu ada 225 titik dari bulan Juli. Lonjakannya sangat tinggi. Kalau dirata-ratakan bisa 35 titik dalam seminggu,” kata Fernando, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Kawasan gambut dan hutan dengan akses terbatas membuat armada pemadam tidak selalu dapat mendekati titik api.

“Kalau sudah tidak ada jalan, mau tidak mau kami jalan kaki sambil menarik selang. Atau mencari rawa-rawa yang ada dengan menggunakan pompa portabel,” jelasnya.

Salah satu karhutla dengan luasan cukup besar terjadi di Hutan Kota Penajam yang mencapai sekitar 60 hektare. Sementara kebakaran di RT 16, Kelurahan Petung, membutuhkan waktu hingga enam hari untuk penanganan.

Untuk menghadapi tingginya intensitas kebakaran, DPKP PPU mengerahkan 25 armada yang disiagakan di berbagai wilayah.

Dalam sehari, petugas bahkan dapat menangani hingga lima titik kebakaran. Fernando menyebut pernah terjadi tujuh titik secara bersamaan di Sepaku, Babulu, Waru dan Penajam.

“Kemarin pernah sampai tujuh titik. Sepaku, Babulu, Waru, dan Penajam terjadi bersamaan,” ujarnya.

DPKP PPU terus mengoptimalkan personel dan armada agar setiap kebakaran dapat ditangani secepat mungkin serta mencegah api meluas selama musim kemarau berlangsung. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *